Hakim Putuskan Sidang Offline karena Tekanan dari Rizieq Cs

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Majelis hakim mengabulkan permintaan penasihat hukum Rizieq Shihab untuk menggelar sidang secara offline atau tatap muka. Mereka mengatakan akan menjamin tidak akan ada kerumunan pada saat sidang berlangsung. Mantan politisi partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai bahwa perubahan sikap ini terjadi karena adanya tekanan dari Rizieq Cs.

“Ya ini hak hakim yang harus kita hormati, meski sebetulnya hak ini menjadi opini negatif di tengah publik ya, karena sejak awal sidang ini sudah diputuskan secara online, tetapi karena tekanan dari terdakwa kemudian berubah menjadi offline,” kata Ferdinand kepada Mata Indonesia News, Rabu 24 Maret 2021.

Ferdinand juga menegaskan bahwa perubahan sikap yang diperlihatkan oleh hakim ini bisa menjadi preseden buruk karena tekanan massa bisa memengaruhi keputusan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tetap menghormati putusan tersebut karena hal tersebut merupakan hak yang dimiliki hakim.

“Ini akan membuat dan membangun opini negatif terhadap peradilan kita, seolah-olah peradilan kita bisa ditekan oleh terdakwa, kemudian merubah sikap hakim. Ini kan bahaya ke depan, artinya apa yang saya lihat hakim ini tidak kuat ya melaksanakan apa yang telah diputuskan sejak awal,” kata Ferdinand.

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab mengaku akan mengikuti protokol kesehatan dalam sidang yang akan digelar secara offline atau tatap muka. Jaminan ini tertuang dalam surat jaminan yang mereka serahkan kepada majelis hakim dan dibacakan oleh salah satu anggota kuasa hukum Rizieq, Alamsyah Hanafiah.

Sementara Ketua majelis hakim Suparman Nyompa menegaskan pihaknya akan meninjau kembali penetapan tersebut bila surat jaminan itu dilanggar oleh Rizieq dan kuasa hukum.

“Apabila ini dilanggar terjadi kerumunan yang berlebihan maka penetapan majelis hakim akan penetapan untuk melaksanakan sidang secara offline itu akan ditinjau kembali lagi, jadi saya minta komitmen menjaga,” kata Suparman.

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini