1.000 Bus Listrik Bakal Beroperasi di Jabodetabek Tahun Depan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Tahun depan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berharap bisa menggunakan bus listrik sebanyak 1.000 unit. Target jangka pendek tersebut dapat direalisasikan dengan menjalin kerja sama dan saling mendukung dengan bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB).

“Kita coba bagaimana sinergi dengan yang lain sehingga target nasional bisa tercapai, ini yang kami kawal,” ujar Kepala BPTJ, Bambang Prihartono dalam penandatanganan Nota Kesepahaman MAB dengan PPD di Sudirman.

Bambang mengatakan pengadaan 1.000 unit bus ini semuanya adalah bertenaga listrik. Bahkan dalam jangka menengah BPTJ membidik 5.000 unit bus listrik siap melayani kebutuhan transportasi umum.

“Kita nggak bicara bus bensin lagi, belum kota lain. Bahkan kita targetkan dalam jangka waktu menengah itu udah 5.000 unit bus kita butuhkan,” katanya.

Menurutnya kehadiran bus listrik MAB momennya sangat tepat mengingat Perpres 55 telah dikeluarkan pada tahun lalu. “Presiden juga memerintahkan pada BPTJ melalui Perpres 55 untuk segera melihat bahwa lingkungan menjadi prioritas. Di dalam rencana Indonesia 2018 sampai 2029 kita sudah bicara kendaraan angkutan umum bertenaga listrik ini adalah momen daripada kita untuk mengimplementasikan Perpres 55,” katanya.

Diketahui, ini bunyi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi Tahun 2018-2029, disebutkan penerapan penggunaan sarana transportasi yang ramah lingkungan, dengan program penggunaan kendaraan lsitrik dan gas.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini