Ereksi 2 Hari Tanpa Henti, ‘Titit’ Pria Ini Diamputasi

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Malang nian nasib pria asal India ini. Ia mengalami kejadian aneh pada tubuhnya yang membuatnya organ kejantanannya terpaksa diamputasi.

Mr P alias ‘titit’ pria yang tak disebutkan namanya itu mengalami ereksi tanpa henti selama lebih 48 jam. Ia pun lantas mencari pertolongan medis setelah tak tahan dengan rasa nyeri pada Mr P miliknya.

Setibanya di King George’s Medical University Lucknowm Mr P pri itu langsung diperiksa. Para dokter melakukan pertolongan dengan menguras darah yang mengaliri Mr P si pria. Ya, sebagaimana diketahui, Mr P akan ereksi ketika aliran darah di bagian tersebut meningkat.

Akhirnya, ereksi pun berhenti. Namun, masalah tak hanya sampai di situ saja. Setelah ereksi terkendali, penis pria berusia 52 tahun itu menghitam, yang menurut dokter menandakan adanya kematian jaringan atau gangrene.

Dokter pun akhirnya memutuskan untuk mengamputasi bagian yang mengalami kematian jaringan tersebut, karena tidak ada jalan lain selain cara demikian.

Laporan dari BMJ Case Reports menyebut kasus ini kalau tidak ditangani bisa memicu komplikasi yang lebih buruk.

Berita Terbaru

Reformasi UU P2SK Menjaga Stabilitas sekaligus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

*) Oleh: Dinda ParamitaPengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan(P2SK) menjadi undang-undang oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 merupakan langkah strategis yang patutdiapresiasi. Di tengah dinamika ekonomi global yang sarat ketidakpastian, Indonesia membutuhkan fondasi sektor keuangan yang tidak hanya kuat dalam menjagastabilitas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonominasional. Reformasi regulasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalammemastikan sektor keuangan nasional tetap relevan terhadap perkembangan zaman sekaligus responsif terhadap berbagai tantangan baru. Kehadiran UU P2SK yang diperbarui menjadi bukti bahwa agenda reformasi ekonomi terus berjalan secaraberkelanjutan.Dalam konteks pembangunan nasional, sektor keuangan memiliki peran sentral sebagai penghubung antara sumber daya ekonomi dan aktivitas produktif masyarakat. Oleh karena itu, penguatan regulasi menjadi kebutuhan mendesak agar fungsiintermediasi keuangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Stabilitas sektorkeuangan yang terjaga akan menciptakan kepercayaan investor, memperluas aksespembiayaan, serta mempercepat perputaran modal di berbagai sektor strategis. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaanlapangan kerja, peningkatan investasi, dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.Selanjutnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini