Upaya Pemerintah Maksimalkan Produk Buatan Dalam Negeri, Realisasinya Belum Capai Target

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Penggunaan produk dalam negeri (PDN) di Kota Jogja belum mencapai target yang diharapkan. Meski demikian, di awal tahun 2023 mulai ada progres dalam satu bulan kemarin.

Sesuai permintaan Pemerintah Pusat, penggunan PDN untuk masing-masing wilayah adalah 40 persen. Hal itu untuk mendongkrak perekonomian warga termasuk UMKM yang lahir saat pandemi Covid-19 kemarin.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM, Tri Karyadi Riyanto menyebutkan sebagian belanja PDN yang dilakukan Pemkot Jogja merupakan dari makanan dan minuman.

Tak hanya itu sasaran untuk alat tulis kantor atau belanja kebutuhan narasumber kegiatan diserap dari berbagai pelaku usaha lokal.

“Memang realisasnya belum sampai 40 persen yang ditargetkan pemerintah. Tapi kami terus berproses untuk memanfaatkan produk-produk yang dibuat sendiri oleh warga kami,” terang dia, Minggu 5 Februari 2023.

Lebih lanjut produk olahan warga Jogja cukup melimpah. Sejumlah kebutuhan makanan hingga kebutuhan penunjang di setiap pemkab dan pemkot sudah tersedia.

Hanya saja, Pemkot Jogja masih memastikan bahan tersebut memang dari produk lokal.

“Kalau disebut PDN itu ketika Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 25 persen. Tapi memang belum semua produk itu memiliki sertifikasi TKDN misalnya UMKM,” jelas dia.

Meski demikian, Tri yang juga sebagai Sektretaris Tim P3DN Kota Jogja menyebut bahwa memang penggunaan produk tersebut terdistribusi secara merata. Ia optimistis persoalan tesebut bisa diatasi sembari berjalannya waktu.

“Maka sejak awal dari 2022 lalu sudah kita mulai. Tentu dengan pengawasan ketat dan pelaksanaannya kami masih yakin penggunaan produk lokal ini bisa benar-benar mencapai target,” terang dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini