TPID Turun Tangan Tekan Harga Beras jelang Ramadan, Pemkab Bantul Digandeng Gelar Operasi Pasar

Baca Juga

Mata Indonesia, Bantul – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), sedang mempersiapkan pelaksanaan operasi pasar beras guna menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan Ramadan.

TPID melihat fenomena penurunan harga beras ini akan berlangsung lama. Sehingga upaya untuk menekan harga yang meroket sebelum Ramadan, salah satunya operasi pasar.

Agus Sulistiyana, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Bantul, menyampaikan bahwa mereka telah mengirim surat kepada Bulog untuk mengatur operasi pasar.

“Kami berharap lima kali operasi pasar dapat dilakukan sebelum pertengahan Maret atau sebelum bulan puasa nanti,” ujarnya, Sabtu 2 Maret 2024.

Tujuan utama dari operasi pasar, terutama yang berkaitan dengan beras, adalah untuk meningkatkan persediaan bahan pokok di masyarakat sehingga harga dapat tetap relatif stabil.

Agus menjelaskan bahwa operasi pasar akan dilakukan di lima lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan bukan di pasar tradisional yang seringkali bahan pokoknya dijual kembali oleh pedagang.

Lokasi yang telah dipilih untuk tahap awal operasi pasar termasuk Pasar Seni Gabusan, Kecamatan Imogiri, selanjutnya lapangan atau eks Pasar Karangtalun, wilayah Kecamatan Dlingo, dan wilayah Pajangan.

“Kami sudah evaluasi dan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa operasi pasar di pasar tradisional tidak terlalu efektif karena ada kemungkinan bahan pokok langsung dijual oleh pedagang ke toko kelontong sehingga tidak sampai ke tangan konsumen akhir.

Oleh sebab itu, mereka berharap operasi pasar yang akan datang dapat langsung dinikmati oleh konsumen.

Meskipun rencana operasi pasar direncanakan hingga awal Maret, pelaksanaannya masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari Bulog, yang merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas stabilisasi harga pangan.

Agus menegaskan bahwa mereka hanya memberikan informasi bahwa operasi pasar dapat direalisasikan pada awal Maret berdasarkan informasi lisan dari Bulog, dengan mempertimbangkan stok yang tersedia di gudang sebagai cadangan.

Hingga kini harga beras jenis premium saja mencapai Rp14.500 per kilogram. Padahal saat waktu normal beras jenis tersebut hanya dijual Rp11-12 ribu saja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Putusan MK Mengikat dan Final, Semua Pihak Harus Terima Lapang Dada

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyelesaikan sidang sengketa hasil pemilihan presiden dan wakil presiden 2024. Keputusan yang diambil oleh Mahkamah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini