Terungkap! Halaman Toko Malioboro Disewakan Permeter Rp 24 Juta

Baca Juga

MATA INDONESIA, YOGYAHari ini, Selasa 8 Februari 2022, Satpol PP Kota Jogja melakukan giat patroli untuk memastikan pedestrian tersebut bebas dari PKL. Dan terungkap bahwa halaman toko di Malioboro disewakan permeter Rp 24 juta.

Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan, di lapangan masih ditemui sekitar dua PKL yang tidak mendapat lapak baru. Alhasil, mereka memanfaatkan ruangan sekitar satu meter di bagian teras toko untuk berjualan dan mereka mengaku membayar sewa kepada pemilik toko secara langsung.

“Nanti PKL tetap tidak diizinkan berjualan di pedestrian,” katanya di Kompleks Balai Kota Timoho.

Dirinya telah menerjunkan personelnya untuk memeriksa, sekaligus tentang perizinan toko. Sebab ada ketidaksesuaian antara izin yang mereka miliki dan fakta di lapangan.

“Nanti kami tindak tentunya pihak toko, arahnya bisa ke tipiring. Kalau sudah ada uang tanda penyewaan akan kami suruh kembalikan, tarifnya kan Rp24 juta per enam bulan,” katanya.

Untuk itu, ia menegaskan patroli akan dilakukan secara situasional bekerjasama dengan Satpol PP DIJ. Giat ini untuk memastikan pedestrian Malioboro telah bersih dari para PKL.

Agus memastikan seluruh PKL Malioboro sudah menasuki lokasi lapak baru di Teras Malioboro satu di bekas Bioskop Indra maupun dua di bekas Kantor Pariwisata DIJ.

Meski demikian, masih ada beberapa gerobak yang tertinggal di pedestrian. Ini karena pedagang masih menyiapkan lapak baru untuk menyesuaikan dengan ukuran saat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini