Sudah Dapat Dua Dosis Vaksin, Eks Kepala Staf Gabungan Colin Powell Wafat Akibat Komplikasi Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Mantan Sekretaris Negara, Kepala Staf Gabungan dan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, Colin Powell meninggal dunia akibat komplikasi Covid-19.

Kabar yang dilansir NYTIMES dari keluarganya menyatakan almarhum yang wafat pada usia 84 tahun tersebut telah mendapat dua suntikan vaksin Covid-19.

Sebelum meninggal dunia Powell sempat dirawat di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, AS.

Powell adalah warga Afro-Amerika pertama yang menjabat Kepala Staf Gabungan dan Sekretaris Negara di negeri demokrasi tersebut.

Lahir di Harlem dari orang tua Jamaika, Mr. Powell dibesarkan di Bronx Selatan dan lulus dari City College of New York.

Dia bergabung dengan Angkatan Darat melalui R.O.T.C. Powell sempat mengikuti perang Vietnam.

Dia kemudian menjadi penasihat keamanan nasional untuk Presiden Ronald Reagan pada akhir Perang Dingin, membantu merundingkan perjanjian senjata dan era kerja sama dengan presiden Soviet, Mikhail Gorbachev.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini