Selamat Ultah Ke-57 Sri Mulyani, Potret Mesramu Bareng Suami Bikin Kami Iri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Alhamdulillah. Menteri Keuangan (Menkeu) kebanggaan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, hari ini 26 Agustus 2019 genap berusia 57 tahun.

Sederet prestasi sudah dibukukan oleh menteri kelahiran Bandar Lampung ini. Ia beberapa kali menyabet penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Se-Asia, Asia Pasifik Timur, bahkan dunia, hingga pernah disebut sebagai wanita paling berpengaruh sejagat versi majalah Forbes, dan sederet prestasi ‘edan’ lainnya.

Tapi, yang paling menarik, meski sudah berumur mendekati senja, Sri Mulyani yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia itu masih saja tampak mesra dengan suaminya, Tonny Sumartono. Meski jarang terekspos, namun beberapa unggahan di akun resmi Instagram Menkeu @smindrawati menunjukkan kemesraan tersebut. Sungguh bikin iri.

Saking jarang terekspos berdua, Sri Mulyani pernah mengaku kalau suaminya pernah dipanggil orang dengan sebutan ‘Pak Sri Mulyani’.

Kabarnya, semua kesuksesan dan nama besar yang melekat dalam diri Sri Mulyani kini tak lepas dari peran-peran besar sang suami yang selalu mendukung di belakang.

Pernikahan mereka langgeng alias awet sampai tua. Keduanya mengikat janji suci sejak tahun 1970 lalu dan dikaruniai tiga orang anak.

Konon ceritanya, keduanya bertemu semenjak Sri Mulyani pulang ke Indonesia setelah pendidikan masternya di University of Illionis, Amerika Serikat, kelar. Ketika itu, Sri Mulyani bekerja sebagai pengajar di Universitas Indonesia, sementara Tonny merupakan pegawai bank. Duh, takdir memang tak ada yang tahu ya Bu, Pak. Semoga langgeng terus.

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini