Sampah di Kota Jogja masih Diperhatikan Pemda, TPA Piyungan Dibuka Sementara hingga Tahun Baru 2025

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Pasca penerapan kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah di kabupaten/kota, TPA Piyungan sempat ditutup selama enam bulan. Namun, selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memutuskan untuk membuka kembali TPA Piyungan guna menampung sampah dari Kota Jogja.

Data dari Mobile Positioning Data (MPD) mencatat bahwa selama libur Nataru, Yogyakarta menerima kunjungan hingga 3.371.901 wisatawan. Lonjakan ini menyebabkan peningkatan volume sampah secara signifikan.

“Kami mengalihkan sampah dari Kota Yogyakarta ke TPA Piyungan hingga akhir tahun,” ujar Sekda DIY, Beny Suharsono, pada Senin 30 Desember 2024.

Beny menjelaskan bahwa rata-rata setiap wisatawan menghasilkan 0,5 kg sampah per hari. Akibatnya, jumlah sampah yang dihasilkan selama libur Nataru diperkirakan mencapai ribuan ton per hari, terutama di destinasi wisata, hotel, dan ruang publik.

Jumlah wisatawan yang mengunjungi berbagai destinasi wisata di kabupaten/kota selama libur Nataru diperkirakan mencapai 1,5 juta hingga 1,7 juta orang. Sementara itu, estimasi tamu yang menginap di hotel mencapai 1.016.440 orang. Hal ini memperkuat prediksi bahwa volume sampah akan terus meningkat hingga akhir libur Nataru pada 5 Januari 2025.

Meski demikian, Pemkot Jogja saat ini masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah. Dari total sekitar 210 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, hanya 180 ton yang berhasil dikelola.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemda DIY telah mengerahkan sekitar 400 truk sampah sepanjang Desember 2024. Truk-truk ini digunakan untuk mengangkut sekitar 2.000 ton sampah dari Kota Yogyakarta ke TPA Piyungan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi tumpukan sampah di berbagai titik kota yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Beny menekankan pentingnya strategi pengelolaan sampah yang optimal, terutama di destinasi wisata.

“Jika pergerakan wisatawan mencapai tiga juta orang, volume sampah akan sangat besar. Ini harus ditanggulangi dengan strategi yang tepat,” tambahnya.

Dengan upaya ini, diharapkan Jogja tetap menjadi destinasi wisata yang nyaman selama masa libur panjang, tanpa terganggu oleh masalah sampah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini