Sabet Juara Runner-Up di Piala AFF 2020, Ini Hadiah yang Dikantongi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Indonesia harus mengakui keunggulan dari timnas Thailand yang berhasil menyabet juara Piala AFF 2020. Timnas Indonesia hanya menduduki posisi sebagai runner-up.

Hasil ini usai Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Thailand di partai final leg 2 Piala AFF.

Meski hanya keluar sebagai juara ke-2, Pratama Arhan Cs tetap membawa pulang hadiah dari gelaran ajang sepakbola antar negara di Asia Tenggara tersebut.

Lantas berapa hadiah yang dikantongi Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga dan para punggawa Timnas Indonesia dari gelaran Piala AFF 2020 ini?

Mengutip informasi dari berbagai sumber, Minggu 2 Januari 2022, sebagai runner up Piala AFF 2020, maka Timnas Indonesia memperoleh 100 ribu US dolar atau sekitar Rp 1,43 miliar.

Sedangkan jika jadi jawara Asia Tenggara untuk pertama kalinya, Timnas Indonesia nanti akan menerima honor tiga kali lipat mencapai 300 ribu US dolar, atau setara Rp 4,29 miliar.

Sedangkan dua peserta yang bakal tereliminasi di babak semifinal pun akan mendapat hadiah sekitar 50 ribu US dolar. Artinya, negara yang langkahnya hanya sampai semifinal dan gagal melaju ke partai final udah mengantongi 50 ribu US dolar, atau sekitar Rp 715 juta (kurs Rp 14.300 per dolar AS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini