Refleksi Akhir Tahun, SBY Siapkan Pidato 10 Isu Nasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jelang akhir tahun 2019, Presiden Ke-6 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berencana memberikan pidato. Rencananya, pidato itu akan direalisasikan pada Rabu 11 Desember 2019.

Yang menarik, SBY bakal membicarakan 10 isu nasional dalam pidatonya. “SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat akan menyampaikan pidato refleksi akhir tahun dan akan berbicara 10 isu nasional yang menjadi perhatian masyarakat, bertempat di JCC, Jakarta, pada Rabu 11 Desember 2019 pukul 12.00 WIB,” kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, di Jakarta, Minggu 8 Desember 2019.

Diakuinya, 10 isu nasional tersebut perlu disampaikan sebagai refleksi bagi masyarakat Indonesia dan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab Demokrat ingin memberikan masukan yang konstruktif atas perjalanan bangsa ke depan.

Namun, dia menegaskan, pidato SBY tersebut tidak akan membicarakan tentang sikap politik partai tersebut apakah menjadi oposisi atau pun menjadi penyeimbang.

“Yang jelas sikap itu sudah pernah disampaikan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) bahwa saat ini Demokrat berada di luar penerintah,” ujarnya pula.

Menurut Ferdinand, Demokrat akan mendukung kebijakan pro-rakyat dan akan mengkritisi yang tidak pro-rakyat. Lewat pidato refleksi akhir tahun, SBY akan menunjukkan sikap Demokrat, yang baik akan didukung dan yang tidak dan perlu perhatian serius pemerintah.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini