Real Madrid Pantas Juara Liga Champions karena Sikat Tim-tim Raksasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Real Madrid pantas menjadi juara Liga Champions 2022. Dalam perjalanannya, El Real menyikat tim-tim raksasa.

Berlaga di Stade de France, Minggu 29 Mei 2022 dini hari WIB, Madrid mengalahkan Liverpool 1-0. Gol tunggal kemenangan Madrid dicetak Vinicius Junior pada menit ke-59. Liverpool sebenarnya punya banyak peluang mencetak gol.

Tapi, kepiawaian Thibaut Courtois di bawah mistar membuat beberapa peluang Liverpool mentah. Madrid tampil lebih klinis dan efektif.

Trofi juara rasanya pantas diraih Madrid. Dalam perjalanannya, tim besutan Carlo Ancelotti menyingkirkan tim-tim raksasa. Di penyisihan grup, Madrid dua kali mengalahkan Inter Milan.

Di babak 16 besar, Madrid menyingkirkan PSG. Kalah 0-1 di leg pertama, Los Blancos membalikkan skor 3-1 di leg kedua. Lanjut ke perempatifinal, giliran Chelsea dilibas. Di leg pertama, Madrid menang 3-1 di kandang The Blues. Mereka lolos dengan dramatis setelah di leg kedua kalah 2-3 tapi cukup untuk lolos ke semifinal.

Di semifinal, salah satu kandidat juara, Manchester City, menjadi korban Madrid selanjutnya. Luka Modric dkk,. kalah 3-4 di leg pertama. Pada leg kedua, Madrid menang 2-1 pada waktu normal berkat dua gol Rodrygo di penghujung laga.

Karena agregat sama kuat 5-5, pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit. Di babak ini, Madrid mencetak satu gol tambahan melalui tendangan penalti Karim Benzema. Di final, giliran Liverpool yang jadi korban.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Renovasi Hunian Layak untuk Papua, Strategi Pemerintah Percepat PemerataanPembangunan

Oleh : Loa Murib Renovasi hunian layak di Papua bukan sekadar program fisik pembangunan rumah, melainkanstrategi besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkankualitas hidup masyarakat di Tanah Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, danekonomi, kebijakan perumahan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadifondasi penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayahperkotaan Indonesia bagian barat, tetapi juga menjangkau wilayah timur secara adil danberkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahandan Kawasan Permukiman yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dukungannya terhadap realisasiprogram Tiga Juta Rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Program tersebutdinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompokberpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian terjangkau dan layak huni. Dorongan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan peluang program tersebut menjadisinyal kuat bahwa pembangunan perumahan tidak dapat berjalan parsial. Tito Karnavianmemandang bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam mengangkat harkatdan martabat masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Dukungan regulatif pun diperkuat dengan kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang harusditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa percepatanpembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dankeberpihakan kebijakan. Optimalisasi Mal Pelayanan Publik di daerah juga menjadi instrumen penting untuk memangkaswaktu dan biaya perizinan. Dengan proses yang lebih cepat dan transparan, pembangunan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera direalisasikan tanpa terhambat proseduradministratif yang berlarut-larut. Pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah inilah yang menjadi kunci agar program nasional benar-benar berdampak nyata di lapangan. Di Papua, respons terhadap kebijakan tersebut tampak progresif. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menggenjot program bantuanperumahan melalui berbagai skema, mulai dari rumah subsidi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan rumah susun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerahtidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang solusi yang sesuaidengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua masih cukuptinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari realitas sosial di mana satu rumah kerap dihuni olehbeberapa generasi sekaligus. Dalam konteks budaya Papua yang menjunjung tinggi ikatankekerabatan, pola hunian multigenerasi menjadi hal lumrah. Namun di sisi lain, keterbatasanruang dan kualitas bangunan yang belum memadai dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas keluarga. Karena itu, target pembangunan dan renovasi rumah di Papua pada 2026 menjadi langkahstrategis. Direncanakan sekitar 14 ribu unit rumah akan dibangun melalui berbagai skemabantuan, dengan tahap awal mencakup sekitar 2.100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini