Polda Papua Tangkap 3 Anggota KKB, Salah Satunya Penembak Mendagri Tito

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Tiga orang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berhasil ditangkap oleh Polda Papua di wilayah Puncak Jaya. Ketiga terduga pelaku berinisial TW (25), SM (20), dan OW (26) yang merupakan DPO terduga sejumlah aksi penyerangan hingga menewaskan warga sipil maupun anggota Polri.

OW diduga terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik personel Polri. Sedangkan TW dan SM terlibat aksi penembakan pada 30 Maret 2020 di Kuala Kencana, yang mengakibatkan satu WNA atas nama Graeme Thomas Wall meninggal dunia.

Kapolda Papua Irjen. Pol. Paulus Waterpauw mengatakan, Polda Papua bersama jajaran dan Kodam XVII/Cenderawasih membekuk tiga pelaku teror di waktu dan lokasi berbeda.

TW dan SM ditangkap pada 29 Mei 2020. Keduanya, anggota KKB wilayah Kalikopi Timika yang merupakan pasukan di bawah pimpinan Antonius Aim. Keduanya terlibat penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana,

Sedangkan tersangka OW ditangkap di Kampung Igimbut, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, pada 31 Mei 2020, pukul 19.30 WIT. Tersangka OW merupakan DPO yang terlibat sejumlah aksi penembakan dan perampasan senjata api milik Polri dan TNI.

Termasuk penembakan terhadap Tito Karnavian saat menjabat sebagai Kapolda Papua pada 28 November tahun 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek Pirime. “OW ini merupakan pasukan KKB pimpinan Purom Okiman Wenda,” katanya

Dari tangan tersangka TW dan SM disita 8 butir selongsong caliber 5,56, dan 6 butir selongsong caliber 7,62 x 51 mm, 6 amunisi 7,62 x 39 mm, serta 10 selongsong 7,62 x 62 mm.

Sedangkan dari tersangka OW turut disita barang bukti 1 buah tas warna hitam, satu buah kemeja warna putih garis abu-abu, dua buah handphone, dan satu buah barang eloktronik lain berupa tablet.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini