Pasien Sakit Makin Banyak, Pemkot Bogor Berencana Bangun RSUD 2

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kota Bogor hanya memiliki satu rumah sakit umum daerah(RSUD) dan rencananya bakal membangun RSUD kedua. Hal ini dikarenakan jumlah pasien mengalami peningkatan.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan pertimbangan untuk membangun RSUD 2 itu didasari kebutuhan warga Kota Bogor dan sekitarnya.
Selain itu, pemerintah kota juga mempertimbangkan pendapatan daerah dari rumah sakit itu karena RSUD Kota Bogor adalah sumber pendapatan.

Hal itu disampaikan Dedie setelah pembukaan pembangunan Blok 1 RSUD Kota Bogor di Jalan Dr Semeru, kemarin. “Memang kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan meningkat,” kata Dedie di Bogor.

Menurut dia, dana masyarakat dari RSUD Kota Bogor yang terkumpul menjadi pendapatan pemerintah daerah sebaiknya digunakan untuk menambah pelayanan kesehatan di RSUD 2.
Rumah sakit baru itu direncanakan dibangun di lahan milik pemerintah kota di Kecamatan Bogor Selatan.

“Nanti tinggal kepastian dan langkah teknis untuk mempercepat upaya pembangunan RSUD 2,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan pelayanan kesehatan yang diberikan RSUD Kota Bogor tidak hanya untuk warga Kota Bogor melainkan juga warga sekitar Kota Bogor.

Pemerintah Kota Bogor berencana menambah jumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) karena jumlah pasien mengalami peningkatan. Pada saat ini Kota Bogor hanya memiliki satu RSUD.

Kapasitas RSUD Kota Bogor masih memadai jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Bogor. Namun RSUD Kota Bogor juga melayani pasien dari luar daerah, yaitu dari Kabupaten Bogor, Depok dan Cianjur sehingga perlu dibangun rumah sakit tambahan.

“Agar pelayanan kesehatan tidak menumpuk di satu tempat,” ujarnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini