NASA: Asteroid Sebesar Dua Kali Piramida Mendekati Bumi, Berbahayakah?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Hari Minggu 7 September 2020, Bumi kembali kedatangan tamu di angkasa, sebuah asteroid besar selebar 270 meter yang hampir dua kali lipat diameter bangunan bersejarah Colosseum di Roma, dan hampir dua kali tinggi Piramida Giza yang terkenal di Mesir.

Hal itu diungkapkan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) menemukan “Objek Dekat Bumi” pada 2010 dan kini objek itu akan melintasi orbit bumi.

Asteroid, yang secara resmi dikenal sebagai objek ‘465824 (2010 FR)’ sedang menuju orbit Bumi dengan kecepatan luar biasa sekitar 50.530 km per jam (atau 14 km per detik), atau lebih dari 1,5 kali lebih cepat dari yang disebut tinggi oleh para ilmuwan kecepatan hipersonik.

“Objek yang dikenal sebagai asteroid ‘Apollo’ karena melintasi orbit Bumi, diyakini tidak menjadi ancaman bagi kehidupan di planet ini, “ kata astronom dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi Nasa.

Asteroid tersebut diperkirakan mencapai orbit Bumi pada 6 September, dan menjadi salah satu dari sepuluh flybys orbit dekat Bumi bulan depan. Dua asteroid lainnya seperti 2020 QG5 dan 2011 ESA, akan tiba pada Selasa, serta 2020 PG6 dan 465824 (2010 FR) akan tiba masing-masing pada 2 dan 6 September. NASA memperkirakan sepuluh asteroid flybys lagi muncul di bulan Oktober.

Para astronom tidak berhasil menemukan setiap asteroid yang mendekati Bumi sebelumnya. Awal bulan ini, asteroid berukuran 3 kali 6 meter melewati Bumi hanya 2.950 km di atas Samudera Hindia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini