Messi Raih Ballon d’Or, Ronaldo Nggak Masuk Tiga Besar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lionel Messi memenangkan trofi Ballon d’Or atau Pemain Terbaik Dunia ketujuh selama kariernya. Cristiano Ronaldo tidak masuk posisi tiga besar.

Messi meraih Ballon d’Or menyingkirkan dua kandidat lainnya, Robert Lewandowski dan Jorginho.

Tahun ini Messi membawa Argentina juara Copa America dan menetak 40 gol sepanjang 2021 dengan rincian 28 gol bersama Barcelona, empat dengan PSG, dan delapan bersama Argentina.

Pemenang Ballon d’Or berdasarkan voting 180 jurnalis dari seluruh dunia. Tahun lalu, penghargaan ini ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Ini adalah Ballon d’Or ketujuh Messi, sementara rival abadinya, Ronaldo, baru mengumpulkan lima trofi. Pemain Manchester United itu hanya ada di posisi enam.

“Luar biasa bisa berada di sini lagi. Dua tahun lalu saya pikir itu adalah yang terakhir untuk saya. Orang-orang mulai bertanya kapan saya akan pensiun, tapi sekarang saya di sini di Paris dan sangat bahagia,” ujarnya, dikutip dari BBC, Selasa 30 November 2021.

“Ini tahun spesial untuk saya dengan gelar Copa America. Itu sangat berarti karena menang di Maracana (Brasil) dan saya sangat bahagia merayakan bersama masyarakat Argentina,” katanya.

Peringkat 10 besar Ballon d’Or:

  1. Lionel Messi (Paris St-Germain/Argentina, forward)
  2. Robert Lewandowski (Bayern Munich/Poland, forward)
  3. Jorginho (Chelsea/Italy, midfielder)
  4. Karim Benzema (Real Madrid/France, forward)
  5. N’Golo Kante (Chelsea/France, midfielder)
  6. Cristiano Ronaldo (Manchester United/Portugal, forward)
  7. Mohamed Salah (Liverpool/Egypt, forward)
  8. Kevin de Bruyne (Manchester City/Belgium, midfielder)
  9. Kylian Mbappe (Paris St-Germain/France, forward)
  10. Gianluigi Donnarumma (Paris St-Germain/Italy, goalkeeper)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini