Mencekam! Rutan Kabanjahe di Sumatera Utara Rusuh dan Terbakar, Tahanan Dievakuasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kerusuhan yang diikuti dengan kebakaran terjadi di rutan kelas IIB Kabanjahe di Jalan Bhayangkara, Karo Sumatera Utara, Rabu 12 Februari 2020. Atas insiden tersebut para narapidana yang ada di rutan dievakuasi.

“Iya benar terjadi kerusuhan dan kebakaran di Rutan Kabanjahe. Ini saya bersama dengan tim sedang menuju ke Karo,” uajr Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Josua Ginting saat dikonfirmasi wartawan.

Namun Joshua mengaku belum mengetahui persis penyebab kerusuhan dan kebakaran. Dia pun belum mengetahui ada tidaknya korban jiwa atau warga binaan yang melarikan diri dalam peristiwa ini.

Informasi yang beredar sempat terjadi aksi lempar baru dari dalam rutan. Namun info ini belum terkonfirmasi.

Belakangan api mulai membakar bangunan yang ada di penjara. Dalam video yang beredar di media sosial, api bahkan sudah membakar gereja yang ada di tengah Rutan. Sementara petugas pemadam kebakaran terus berjibaku untuk menjinakkan si jago merah.

Ratusan aparat kepolisian dan TNI diterjunkan ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi. “Sudah ada penanganan dari TNI/Polri setempat bersama kita,” kata Josua.

Kerusuhan dan kebakaran penjara ini bukan yang pertama di Sumut. Beberapa waktu lalu peristiwa serupa terjadi di Lapas Tanjung Gusta, Medan, dilanjutkan dengan Lapas Labuhan Ruku di Batubara, dan Lapas Narkotika Langkat di Hinai.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini