Memalukan, Rektor, Wakil Rektor hingga Ketua Senat Unila Tersangka Suap

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Benar-benar memalukan kalangan perguruan tinggi. Empat pimpinan tertinggi Universitas Lampung menjadi tersangka suap penerimaan mahasiswa baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 4 dari 8 orang yang tertangkap tangan pada Minggi 21 Agustus 2022 pagi.

Penetapan status tersangka ini setelah KPK RI melakukan tangkap tangan hingga penyelidikan 8 orang di 3 tempat berbeda

Pengumuman empat orang menjadi tersangka ini berdasarkan keterangan Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu

Menurut Asep, sebelum penetapan telah dilakukan pengumpulan berbagai informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dimaksud. ”Kemudian berlanjut ke tahap penyelidikan dan menemukan bukti yang cukup maka KPK menaikan perkara ini ke tahap penyidikan,” katanya.

Asep mengumumkan 4 tersangka dari dugaan korupsi di lingkungan Unila, yakni:

  • Karomani selaku Rektor Unila
  • Heryadi selaku Wakil Rektor Akademik
  • M Basri selaku Ketua Senat Universitas Lampung (Dekan terpilih FKIP Unila)
  • Andi Desfiandi selaku swasta

“Untuk keperluan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka untuk 20 hari ke depan,” kata Asep.

Penahanan untuk Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, dan Ketua Senat Unila terhitung dari 20 Agustus – 8 September 2022 di Rutan KPK. Sedangkan, Andi Desfiandi terhitung hari ini 21 Agustus – 9 September 2022.

Penahanan Karomani di rutan gedung merah putih KPK dan 3 lainnya ditahan di gedung Pimdam Jaya Guntur.

Atas perbuatannya, Andi Desfiandi selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.

Sementara Karomani dkk selaku tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini