Kontes Roket Air Taman Pintar 2025: Pelajar Berkreasi Dukung Teknologi Kedirgantaraan

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Taman Pintar Yogyakarta kembali menghadirkan ajang seru dan edukatif bagi generasi muda, yaitu Kontes Roket Air Taman Pintar 2025. Acara ini digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, dengan Mengusung tema “Partisipasi Aktif Pelajar Mendukung Kemajuan Teknologi Kedirgantaraan Indonesia”.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar usia 12–18 tahun untuk mengasah kreativitas, berinovasi, sekaligus mengenal lebih dekat dunia sains dan teknologi kedirgantaraan dengan cara yang menyenangkan.

Roket tiga warna di panggung terbuka Taman Budaya Embung Giwangan. Jumlah Tahun ini, kompetisi berhasil menarik 425 peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga DKI Jakarta.

Seperti tahun sebelumnya, lomba menggunakan mode tembak sasaran, di mana peserta ditantang untuk meluncurkan roket air buatan mereka melintasi Embung Giwangan dan mengenai target berbentuk lingkaran dengan titik pusat sebagai sasaran utama. Peserta yang roketnya paling dekat dengan pusat sasaran akan keluar sebagai pemenang.Acara Akan di buka oleh Bapak Wali Kota Yogyakarta

Lukman Penelaah Teknis Kebijakan UPT Pengelolaan Taman Budaya Taman Pintar Yogyakarta mengatakan bahwa kontes ini sejalan dengan misi Taman Pintar sebagai pusat pembelajaran interaktif yang mencerdaskan sekaligus menyenangkan.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan minat dan kecintaan siswa pada ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus melatih kreativitas dan inovasi sejak dini,” ujarnya

Tak hanya soal kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan iklim persaingan sehat di dunia pendidikan, mempertemukan lembaga sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas pecinta roket air dalam satu ajang sains yang sinergis, serta memperkenalkan teknologi kedirgantaraan kepada generasi muda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng Jadi Penyangga Kesejahteraan Masyarakat

Oleh : Andhika RachmaPemerintah terus memperkuat perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng sebagai langkah menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program tersebut menjadisalah satu instrumen penting negara dalam memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Kehadiran bansos pangantidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berperan menjagastabilitas sosial dan memperkuat ketahanan pangan nasional.Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersamaPerum Bulog terus mempercepat distribusi bantuan pangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Penyaluran bantuan ini menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) denganalokasi bantuan berupa beras dan minyak goreng yang diberikan secara bertahap. Pemerintahmenilai program bansos pangan menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan ekonomimasyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar.Program bantuan pangan tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjagakeseimbangan antara perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi nasional. Di tengah tantanganglobal seperti ketidakpastian rantai pasok pangan dunia dan gejolak harga komoditasinternasional, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadapkebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan beras dan minyak goreng menjadi bentuknyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak inflasi pangan yang dapatmemengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran mencapai Rp11,92 triliun untuk mendukungpenyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng pada tahun 2026. Anggaran tersebutdigunakan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan tersebutbertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.Penyaluran bansos pangan juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional. Pemerintah memahami bahwa kenaikan harga bahan pangan dapat memberikan tekananlangsung terhadap masyarakat kecil. Oleh karena itu, distribusi bantuan beras dan minyak goreng dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga pasokan pangan nasional tetap aman. Dengan stokcadangan beras pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuanmenjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program bantuan pangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat. Pemerintahberupaya memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepatdan merata. Penyaluran bansos pangan dinilai mampu membantu meringankan bebanpengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas yang sangat terdampak oleh perubahan harga kebutuhan pokok.Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program bansos pangan turut memberikandampak positif terhadap stabilitas pasar domestik. Ketika distribusi bantuan berjalan efektif, tekanan terhadap lonjakan harga beras dan minyak goreng dapat ditekan sehingga kondisi pasar menjadi lebih stabil....
- Advertisement -

Baca berita yang ini