Keracunan Menu MBG di DIY buat Resah, Sampai Mana Persiapan Satgas MBG Kulon Progo?

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – Insiden keracunan massal selepas menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di DIY membuat miris.

Terbaru terjadi di SMPN 3 Berbah, Sleman yang menyebabkan 137 siswa keracunan dan dilarikan ke puskesmas Jumat 29 Agustus 2025.

Pada 2 pekan sebelumnya, kasus keracunan juga terjadi di Kulon Progo di SMP Muhammadiyah 2 Wates. Puluhan siswa harus dilarikan ke fasyankes terdekat.

Mengantisipasi insiden serupa, Pemkab Kulon Progo menyiapkan satuan tugas (satgas) MBG yang bertugas untuk mengawasi seluruh kegiatan tersebut.

Sekda Kulon Progo, Triyono mengungkapkan meski sudah direncanakan sejak awal Agustus lalu hingga kini masih dilakukan proses pembentukan.

“Satgasnya baru diproses di Bagian Hukum (Setda Kulon Progo),” ujar dia Kamis 28 Agustus 2025.

Triyono mengungkapkan bahwa tidak ada kriteria anggota satgas yang nantinya direkrut. Namun personel yang disiapkan adalah orang-orang yang terkait dengan MBG.

“Memang tidak ada yang khusus. Jadi yang terkait saja (direkrut)” ujar dia.

Disinggung kapan satgas MBG ini bergerak, Triyono tak menyebutkan waktunya. Namun pihaknya hanya menunggu pembuatan SK selesai.

“Iya setelah SK Satgas jadi, segera kita koordinasikan dengan semua anggota satgas,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi mengungkapkan pihaknya masih berkoordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kulon Progo.

Ia mengungkapkan masih terus melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah OPD.

“Kita rakor dengan beberapa OPD, baik itu Dinas Kesehatan, kepala SPPG se-Kabupaten Kulon Progo,” ujar Wahyudi.

Selain itu menanggulangi kasus keracunan seperti di Wates beberapa waktu lalu, pihaknya langsung menggelar koordinasi untuk mematangkan satgas tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini