Judi Ketangkasan di Surabaya Digerebek, 80 Orang Diamankan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Perjudian ternyata masih marak di Indonesia. Baru-baru ini, dua lokasi arena perjudian ketangkasan di Surabaya digerebek Polda Jatim. Di dua lokasi itu, polisi mengamankan 80 penjudi yang sedang bermain.

Dua lokasi arena judi yakni Club Zone di Jalan Jalan Menganti Wiyung No 154. Sedangkan satunya yakni Galaxy Zone di Jalan Bratang Binangun No 30.

Wakapolda Jatim Brigjen Djamaludin mengatakan dari dua tempat arena judi itu, polisi berhasil mengamankan sekitar 83 penjudi beserta karyawannya. Rinciannya di arena Club Zone ada 50 orang dan di Gakaxy Zone sekitar 30 orang.

Dari pengembangan yang dilakukan, dua arena judi di Surabaya yang digerebek Polda Jatim diduga dikelola Warga Negara Asing (WNA). Dari paspor yang didapat, kedua WNA itu berasal dari Malaysia.

“Sementara tadi ngakunya mau cari temannya. Tapi sepertinya dia pengelolanya,” katanya.

Menurut wakapolda, praktik judi ketangkasan yang digerebek sudah berjalan kurang lebih 2 bulan. Sedangkan untuk omzetnya, pihaknya belum bisa memastikan karena saat ini para penjudi dan karyawan sedang dilakukan pendalaman.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini