Jokowi Bangga Lihat Timnas Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Acungan jempol diberikan kepada Tim Nasional (timnas) Indonesia. Meski kembali hanya menjadi runner up Piala AFF setelah kalah dari Thailand di babak final, banyak pihak memuji penampilan timnas ini.

Indonesia kalah dengan agregat 6-2 dari Thailand. Setelah kalah 4-0 pada leg pertama, timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 2-2 pada leg kedua setelah gol-gol dari Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Vikri dibalas Adisak Kraison dan Sarach Yooyen.

Bermaterikan mayoritas pemain muda dan dibatasi hanya boleh mengambil maksimal dua pemain dari setiap klub, pasukan Shin Tae-Yong tampil di luar ekspektasi.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, bahkan sangat bangga dengan perjuangan Skuat Garuda. Ia juga tak lupa memberikan selamat kepada Thailand yang menjadi juara.

“Selamat kepada Thailand yang tampil menjadi juara Piala AFF 2020 malam ini,” kicau Jokowi di akun Twittter pribadinya.

“Bagi timnas Indonesia, kalian sudah berjuang dengan gigih dan sportif. Meski belum juara, saya dan seluruh rakyat Indonesia tetap bangga atas perjuangan Anda semua,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini