Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,3 Guncang Sumbar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Gempa berkekuatan Magnitudo 5,3 menggetarkan Agam, Sumatera Barat. Gempa terjadi pada Minggu 12 September 2021 pukul 16:02 WIB.

Menurut analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi berlokasi di titik koordinat 0,52 Lintang Selatan (LS) dan 99,64 Bujur Timur (BT).

Pusat gempa berada di darat tepatnya berjarak 49 kilometer (km) dari arah Barat Daya Agam. Sementara kedalaman gempa 29 km.

Gempa tersebut dirasakan di Bukittinggi, Payakumbuh, Solok selatan, Pesisir Selatan, Padang, Padang Panjang, dan Mukomuko.

Saat gempa warga panik berlarian ke luar rumah. Salah satu warga bernama Novitanti (43) warga Pantai Air Manis, Kecamatan Padang Selatan mengatakan, dirinya terpaksa berlari keluar dari warungnya ketika terjadi gempa.

“Saya kaget tadi, gempa terjadi cukup kuat, saya keluar dari warung,” kata Novianti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini