Data dan Fakta Menarik Madrid Vs Man City: Benzema Samai Rekor Ronaldo

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Real Madrid melangkah ke final Liga Champions usai menyingkirkan Manchester City. Beberapa data dan fakta menarik tercipta usai pertandingan dramatis tersebut.

Berlaga di Santiago Bernabeu, Kamis 5 Mei 2022 dini hari WIB, Madrid meraih kemenangan dengan skor 3-1. City, yang menang 4-3 pada leg pertama, sangat dekat dengan tiket final Liga Champions karena sempat unggul 1-0 hingga menit ke-89 melalui gol Riyad Mahrez.

Tapi, Madrid mampu mencetak dua gol di menit ke-90 dan 91 yang dicetak Rodrygo sebelum akhirnya penalti Karim Benzema di babak perpanjangan waktu 2×15 menit mengubur impian City ke final Liga Champions.

Berikut data dan fakta menarik usai Madrid vs City

  1. Karim Benzema mencetak 10 gol di babak knock-out. Torehan itu menyamai yang dibuat Cristiano Ronaldo musim 2016/17.
  2. Rodrygo menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol di menit ke-90 di babak knock-out Liga Champions.
  3. Karim Benzema mencetak tujuh gol lawan tim asal Inggris. Dia menjadi pemain pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang bisa melakukan hal tersebut.
  4. Sudah enam kali Pep Guardiola merasakan tersingkir di babak semifinal Liga Champions (2009/10 dan 2011/12 bersama Barcelona) dan (2013/14, 2014/15, 2015/16 bersama Bayern Muenchen). Catatan itu menyamai apa yang ditorehkan Jose Mourinho.
  5. Carlo Ancelotti merasakan lima kali lolos ke final Liga Champions (2003, 2005, 2007 bersama AC Milan) dan (2014, 2022 bersama Real Madrid).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini