Dapat Tugas Khusus ke Singapura, Mahfud Md Gantikan Tito Karnavian Jadi Mendagri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Dalam Negeri, dimana jabatan Menteri yakni Tito Karnavian digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Dirinya ditunjuk menjadi Menteri Dalam Negeri Ad Interim per 28 Agustus 2020 hingga Minggu 30 Agustus 2020.

“Mendagri ke luar negeri 28-30 Agustus. Tugas khusus ke Singapura,” ujar Sekretaris Mensesneg Setya Utama kepada wartawan, Jumat, 28 Agustus 2020.

Penunjukan menteri ad interim, menurut Setya, merupakan hal yang lumrah dilakukan apabila menteri berhalangan atau keluar negeri. “Aturannya seperti itu,” kata dia. Setya enggan menjelaskan alasan yang mendetail terkait kepergian Tito keluar negeri.

Penunjukan Mahfud Md sebagai Mendagri ad interim diketahui dari salinan surat Kemendagri bernomor 821.1/4837/SJ ihwal “Penunjukan Menteri Dalam Negeri Ad Interim”.

Ad interim adalah ungkapan Latin yang artinya adalah “sementara”. Menteri Ad interim maksudnya adalah menteri yang merangkap jabatan menteri lain yang berhalangan sementara karena sakit, dinas ke luar negeri, dan sebagainya.

Menteri rangkap jabatan seperti yang dialami Mahfud biasa terjadi di tahun pemilu karena beberapa menteri mundur dari jabatan karena dilantik sebagai anggota DPR. Kali ini, terjadi karena Mendagri dinas di luar negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini