Boris Johnson Mundur dari Perdana Menteri Inggris

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Perdana Menteri Boris Johnson mengajukan pengunduran dirinya sebagai pemimpin pemerintahan Inggris, Kamis 7 Juli 2022.  Ia mengaku menyesal tak bisa melanjutkan jabatannya

Johnson mengumumkan pengunduran dirinya setelah berjuang di tengah krisis politik Inggris dalam beberapa hari terakhir. Dalam seminggu ini, lebih dari 50 menteri Inggris memutuskan untuk meninggalkan jabatannya di kabinet.

Dalam pidatonya, Johnson menyampaikan kekecewaan atas kegagalannya dalam menyelesaikan berbagai ide dan rencana yang ia siapkan selama menjabat.

“Tentu saja, sangat menyakitkan untuk tidak dapat menyelesaikan banyak ide dan proyek,” ujar Johnson di depan pintu kantor perdana menteri, Downing Street Nomor 10.

Johnson pun menyampaikan kesedihannya untuk meninggalkan apa yang ia sebut sebagai pekerjaan terbaik di dunia.

“Saya tahu akan ada banyak orang yang lega dan mungkin tidak sedikit yang juga akan kecewa. Dan saya ingin Anda tahu betapa sedihnya saya karena harus melepaskan pekerjaan terbaik di dunia ini,” kata Johnson.

Johnson menjabat sebagai perdana menteri Inggris selama 2 tahun 349 hari. Ia menggantikan eks-PM Theresa May yang mundur pada Mei 2019.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini