Benarkah Sandiaga Jadi Ketua Umum Gerindra? Ini Faktanya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Baru-baru ini, muncul isu yang menyebut Sandiaga Uno telah diberi amanah baru Ketua Umum Partai Gerindra menggantikan Prabowo Subianto. Benarkah demikian?

Sandi akhirnya merespons santai isu tersebut. Ia membantah kabar dirinya telah dilantik secara diam-diam sebagai Ketum Gerindra oleh Prabowo.

Eks cawapres tersebut mengatakan, hingga saat ini tak ada keputusan dari Prabowo sebagai Ketum Gerindra dalam hal tersebut. Sandi hanya membenarkan bahwa ia telah kembali menjadi kader Gerindra, tak lebih.

“Saya bersyukur diterima oleh keluarga Gerindra kembali jadi kader dan kemarin masih menunggu posisinya, Pak Prabowo nanti yang akan tentukan. Belum ada perintah resmi dari beliau,” ujar Sandiaga, seperti dikutip dari detikcom, Sabtu 19 Oktober 2019.

Isu ini sebenarnya muncul setelah sebuah foto yang menampilkan Prabowo dan Sandiaga melakukan salam komando. Keduanya mengenakan seragam loreng dan baret, dengan latar cukup gelap, rahasia dan hanya diterangi cahaya dari obor.

Dari foto itulah banyak pihak yang menduga, jabatan Ketum Gerindra sudah diserahkan ke Sandiaga. Namun, Waketum Geridnra Sufmi Dasco Ahmad menepis kabar itu dan memberi penjelasan yang sebenarnya.

Dasco berkata, foto tersebut memang diambil dalam Rapimnas Gerindra pada Rabu 16 Oktober 2019 kemarin. Di malam harinya, ada momen ‘penerimaan’ kembali Sandiaga menjadi kader. Sandiaga dinobatkan lagi menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.

“Bahwa ada gambar penyematan dalam gambar atau rekaman yang beredar adalah tanda diterimanya kembali Saudara Sandiaga menjadi anggota Partai Gerindra,” kata Dasco.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini