Badai Anggrek Terjang DIY, BPBD Gunungkidul Ingatkan Bahaya Angin Kencang hingga Longsor

Baca Juga

Mata Indonesia, Gunungkidul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul, mencatat bahwa terdapat 27 insiden kerusakan akibat Badai Tropis Anggrek yang terdeteksi di Samudera Hindia pada 18-19 Januari 2024 di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan bahwa kejadian tersebut melibatkan dampak dari angin kencang dan tanah longsor yang diprediksi bisa terjadi hingga 22 Januari 2024.

Purwono mengimbau masyarakat untuk secara rutin memantau informasi cuaca guna meningkatkan tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Jadi penting untuk pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang dapat membahayakan saat terjadi angin kencang, serta menghindari area dengan pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor, dan daerah aliran sungai ketika hujan deras disertai angin kencang dan petir,” ujar dia Sabtu 20 Januari 2024.

Selain itu, Purwono juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala merawat dan membersihkan saluran air serta drainase.

Menurut pantauan BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Gunungkidul berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang hingga pekan ini.

BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memberikan peringatan dini terkait cuaca di DIY, khususnya Gunungkidul, terkait potensi hujan sedang.

Purwono berharap agar masyarakat selalu peka terhadap lingkungan, dan jika terjadi hujan intensitas tinggi dan berkepanjangan, warga di lokasi yang berpotensi longsor diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Belasan Pohon Tumbang Akibat Hujan Angin di Sleman, BPBD Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Mata Indonesia, Selman - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman melaporkan dampak signifikan akibat hujan deras yang disertai angin kencang pada Sabtu, 1 Maret 2024. Beberapa pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi, menyebabkan gangguan pada akses jalan dan infrastruktur.
- Advertisement -

Baca berita yang ini