Awal Tahun Ibu Kota Jakarta Diguyur Hujan Petir pada Siang Hari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Mengawali awal tahun baru 2022, Sabtu, 1 Januari 2022 ibu kota Jakarta pada pagi hari bakal cerah berawan. Namun, pada siang harinya, hujan akan turun.  

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya WWW.bmkg.go.id menuliskan Hujan dengan intensitas sedang diprediksi bakal mengguyur Jakarta Selatan dan Jakarta Timur di siang hari. Malam harinya, Ibu Kota diperkirakan kembali cerah dan cerah berawan.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir angin kencang di Jaksel dan Jaktim pada siang-sore hari,” tulis BMKG.

Untuk wilayah penyangganya yaitu Depok dan Kota Bogor, Jawa Barat siang hari waspada turun hujan petir. Hujan tersebut juga tetap akan mengguyur hingga malam hari.

“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari di Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi,” tulis BMKG.

Sedangkan Kota Tangerang, Banten, sepanjang hari diprediksi cerah berawan dan berawan. Tanpa ada awan hujan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini