30 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Mafia Tanah, 13 Orang Pegawai BPN

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Polisi mennetapkan 30 orang tersangka sebagai mafia tanah, 13 orang diantaranya merupakan pagawai BPN.

Penetapan itu, langsung ditanggapi serius oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto.

“Apabila terjadi pelanggaran saya tidak segan-segan mencopot, proses hukum, dan pecat,” kata Hadi Tjahjanto di Jakarta, Senin 18 Juli 2022.

Hadi berpesan kepada pejabat BPN untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab melayani masyarakat.

“Layani masyarakat dengan baik dan penuh keikhlasan. Jadikan medan tugas ini sebagai ladang ibadah kita. Yakinkan kita bahwa kita akan tetap melindungi jajaran kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Sub Direktorat Harta dan Benda (Subdit Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menangkap 30 tersangka kasus mafia tanah.

Dari 30 tersangka itu 13 orang merupakan pegawai kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dua orang tersangka merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selanjutnya dua orang tersangka merupakan kepala desa, satu orang tersangka di layanan perbankan, dan 12 orang lainnya adalah warga sipil.

Para tersangka tersebut dikenakan Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP terhadap tindak pidana awal yaitu Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 264 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3,4,5 UU RI No.8 tahun 2010, dan/atau pasal 170 KUHP dan/atau pasal 167 ayat (1) KUHP.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengulik Strategi Gerindra di Pilkada Sleman, Gabung Koalisi dulu sambil Jalan Pilih Kandidat Potensial

Mata Indonesia, Sleman- Peta politik untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terus berkembang dinamis menjelang Pilkada Sleman 2024. Sejumlah partai politik aktif membentuk koalisi strategis, salah satunya adalah DPC Gerindra Sleman.
- Advertisement -

Baca berita yang ini