20 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sudah ada 20 negara yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Negara teranyar yang meraih tiket tersebut adalah Kanada.

Kanada menjadi tim pertama lolos dari Zona Concacaf setelah mengalahkan Jamaika 4-0, Minggu 27 Maret 2022. Kemenangan ini membuat poin Kanada tak mungkin dikejar Kosta Rika di posisi keempat.

Di Zona Concacaf, tiga tim teratas dipastikan lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara peringkat empat akan berlaga di babak play-off.

20 negara sudah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2022 yang digelar pada November mendatang. Rinciannya adalah, 10 negara Zona Eropa, 4 negara Amerika Latin atau Conmebol, 5 negara Zona Asia atau AFC, termasuk tuan rumah Qatar, dan satu negara Zona Concacaf.

20 Negara yang sudah lolos ke Piala Dunia 2022

  1. Qatar (tuan rumah)
  2. Jerman
  3. Denmark
  4. Brasil
  5. Belgia
  6. Prancis
  7. Kroasia
  8. Spanyol
  9. Serbia
  10. Swiss
  11. Inggris
  12. Belanda
  13. Argentina
  14. Iran
  15. Korea Selatan
  16. Jepang
  17. Arab Saudi
  18. Ekuador
  19. Uruguay
  20. Kanada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini