Waspada! Ini Sederet Komplikasi Diabetes yang Bisa Sebabkan Kematian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komedian tanah air, Idan Separo dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 2 September 2020 akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Kabarnya, Idan telah mengidap penyakit ini sejak tahun 2007.

Idan meninggal karena tubuhnya sudah mengalami komplikasi akibat penyakit diabetesnya. Ia mengalami pembengkakan jantung hingga permasalahan pada ginjal.

Dikutip dari Halodoc, diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya gula darah (glukosa) dalam tubuh. Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun pernah menyatakan bahwa diabetes bisa meningkatkan risiko kematian seseorang, terlebih jika sudah mengalami komplikasi.

Lantas, mengapa penyakit diabetes bisa membuat komplikasi pada organ tubuh lain?

Hal ini disebabkan dari glukosa atau gula darah yang tinggi di dalam tubuh. Jika glukosa tersebut terus bertambah, maka akan menumpuk dan menimbulkan berbagai masalah dengan organ tubuh lain.

Oleh karena itu, seseorang yang mengidap diabetes perlu rutin periksa kadar gula darahnya sebelum parah dan menyebabkan komplikasi. Berikut, adalah macam-macam komplikasi pada diabetes yang perlu di waspadai. Nih simak:

1. Stroke

Penyakit diabetes yang parah bisa menyebabkan stroke diakibatkan penumpukan plak pada pembuluh darah akibat hiperglikemia.

Pada pengidap diabetes, stroke bisa menurunkan fungsi otak dalam berkoordinasi, berpikir, menelan makanan hingga menggerakan badan. Hal ini disebabkan karena terjadinya penyumbatan aliran dari oksigen ke otak.

2. Penyakit Ginjal

Pada dasarnya, ginjal berfungsi untuk menyaring racun-racun dalam tumbuh yang nantinya akan dikeluarkan lewat urin. Namun, jika pengidap diabetes tidak mengontrol dirinya, maka bisa menyebabkan penyakit pada ginjal.

Hal ini disebabkan pada gula darah yang tidak diperhatikan bisa mengganggu pembuluh darah di ginjal sehingga menyebabkan kerusakan yang berujung lada penyakit ginjal.

3. Penyakit Kardiovaskular

Pengidap diabetes yang tidak memperhatikan kondisinya bisa menyebabkan komplikasi, yakni penyakit kardiovaskular. Hal ini terjadi akibat adanya kerusakan pembuluh darah pada pengidap diabetes.

Kondisi tersebut bisa lebih parah jika gaya hidup pasien tidak sehat, salah satunya masih merokok. Penyakit kardiovaskular bisa meliputi hipertensi dan penyakit jantung.

4. Retinopati

Tak cuma organ tubuh diatas yang bisa terkena komplikasi, alat indera penglihatan juga bisa terkena dampak jika gula darahmu tak terkontrol dengan baik. Retinopati merupakan kondisi perdarahan pembuluh darah mata dan retina akibat tingginya kadar gula darah.

Gejalanya seperti penglihatan menurun, tampak bercak hitam pada penglihatan, mata merah, nyeri hingga penglihatan berbayang.

5. Kanker

Satu lagi komplikasi yang bisa terjadi pada pengidap diabetes yang tak memperhatikan gula darahnya ialah kanker. Kanker pada pengidap diabetes karena ketidakseimbangan hormon insulin dan tingginya kadar gula darah.

Jenis kanker yang rentan terjadi pada pengidap diabetes meliputi liver, pankreas, payudara, kolorektal dan kandung kemih.

Oleh sebab itulah, para pengidap diabetes tak boleh menyepelakan kondisinya. Selain harus rutin memperisakan ke dokter, gaya hidup yang tak sehat juga perlu ditinggalkan sebelum terlambat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini