Terkena Covid-19? Nggak Usah Panik Gaes, Ini Panduan Lengkap Isolasi Mandiri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rasanya dunia ini mau runtuh saat kita mendapat kabar terkena Covid-19. Nggak usah panik. Apalagi kalau kita kategori tanpa gejala.  Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan panduan isolasi Covid-19 bagi individu yang mau isolasi mandiri melalui laman akun Instagram @aniesbaswedan,  Selasa, 22 Juni 2021.

”Isolasi mandiri bertujuan mencegah penularan virus Covid-19 kepada orang lain. Oleh karena itu, tindakan penting ini harus dilakukan dengan cara yang benar,” kata Anies.

Anies juga tak luput mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dimana pun dan kapan pun dengan memakai maker, mencuci tangan dan hindari kerumunan dan tentunya harus siap divaksin.

Dalam papan informasi itu, prosedurnya bagi individu atau masyarakat tanpa gejala lapor ke puskesmas sesuai domisili. Nantinya akan diarahkan ke fasilitas isolasi: baik di fasillitas isolasi mandiri Kemayoran Jakarta Pusat, hotel penginapan atau wisma atau fasilitas lainnya seperti rumah pribadi.

Syarat Isolasi di Rumah/Fasilitas Pribadi (Sesuai Kepgub No. 980 Tahun 2020).

  • Sesuai standard yang ditentukan (penilaian kelayakan oleh Gugus Tugas Setempat/ Lurah/Camat setempat).
  • Lurah memasang pengumuman “sedang melakukan isolasi mandiri” pada pintu/tempat yang mudah terlihat.
  • Hanya dihuni orang terkonfirmasi Covid-19. Pasien tetap tinggal di rumah (tidak bepergian atau bekerja ke ruang publik).
  • Pasien tidak diperbolehkan berinteraksi langsung dengan keluarga/kerabat selama masa isolasi terkendali. Dilakukan pengawasan lokasi oleh Lurah dengan melibatkan Gugus Tugas RW/RT dan pihak lainnya yang dianggap mampu
  • Dilakukan penegakan disiplin bersama instansi terkait bila terjadi pelanggaran dalam proses isolasi terkendali. Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut
  • Barang-barang yang dibawa saat isoolasi Perlengkapan pribadi (pakaian, alat kebersihan dan kebutuhan perlengkapan lain yang dianggap perlu untuk mengisi kegiatan perlengkapan ibadah. Obat-obatan pribadi. selama masa isolasi seperti handphone, laptop, buku, makanan ringan, dll. lainnya)

Kemudian, kegiatan saat isolasi wajib dilakukan di antaranya:

  • Tetap di kamar dan dapat dihubungi melalui media komunikasi
  • Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer sesering mungkin
  • Pakai masker dengan benar saat keluar kamar/ruangan
  • Jaga kebersihan lingkungan kamar dan rutin disinfeksi area kamar yang sering disentuh.
  • Melaporkan kondisi kesehatan setiap hari atau apabila ada gejala perburukan kondisi kesehatan kepada petugas pemantauan melalui WhatsApp/telepon.

Sedangkan, kegiatan saat isolasi boleh dilakukan di antaranya:

  • Membawa handphone/ laptop pribadi.
  • Membawa camilan.
  • Membawa buku bahan bacaan. Melakukan komunikasi melalui media elektronik/handphone
  • Melakukan aktivitas positif yang bersifat individual dan dapat dilakukan secara mandiri (beribadah, bekerja secara daring, senam, menonton, membaca, dll).

Tidak boleh dilakukan saat isolasi yaitu.

  • Keluar dari kamar/tempat isolasi. Menerima tamu/keluarga dalam ruangan/kamar.
  • Menggunakan barang secara bersama orang lain. Mencampur tempat penyimpanan barang pribadi dengan orang lain.
  • Melakukan aktivitas yang mengganggu orang lain/menimbulkan kegaduhan.
  • Merokok.

Pemantauan kondisi harian selama isolasi

  • Masa isolasi dilaksanakan selama 10-14 hari dihitung sejak terkonfirmasi COVID-19.
  • Pemantauan dilakukan petugas melalui media elektronik (tidak secara langsung)
  • Pelaku isolasi segera melapor via gawai elektronik jika terdapat gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek dan sesak napas.

Isolasi selesai ketika:

  • Telah menjalani masa isolasi sesuai dengan waktu yang ditetapkan petugas
  • Tidak dilakukan pemeriksaan RT-PCR ulang
  • Mendapatkan surat keterangan selesai isolasi dari petugas kesehatan pemantau kodisi harian.
  • Laporkan kondisi kepada puskesmas sesuai domisili.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini