Orang Tua Wajib Cari Tahu Kenapa Anak Lakukan Bully

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tidak ada orang tua yang ingin mendengar bahwa anak mereka menyakiti atau melakukan bully kepada anak lain baik secara fisik, mental, atau emosional. Namun, ada sejumlah anak yang mungkin menjadi penindas dan beberapa lainnya akan ditindas.

Kami tahu Anda telah melakukan yang terbaik untuk memberikan nilai dan pendidikan yang tepat kepada anak Anda sehingga Anda dapat memastikan bahwa mereka adalah pribadi yang baik.

Tetapi bagaimana jika suatu hari Anda mendapat telepon dari sekolah dan mengatakan bahwa buah hati Anda menindas teman sekelasnya? Apa yang akan dan harus Anda lakukan? Ada banyak panduan untuk membantu orang tua korban intimidasi, tetapi tidak cukup untuk membantu orang tua pelaku intimidasi.

Pertama yang harus Anda ketahui adalah mengapa anak Anda menggertak dan menindas temannya! Penting untuk dicatat bahwa anak-anak melakukan hal tersebut bukan karena mereka adalah anak jahat.

Mereka baru saja membuat beberapa kesalahan dan keputusan yang buruk. Penting bagi Anda untuk memahami alasan di balik gertakan dan intimidasi sebelum menghukum mereka. Alasan anak Anda mungkin menggertak seseorang adalah:

  • Mereka merasa tidak berdaya, jadi mereka mencoba untuk mendapatkan kembali kekuatan itu dengan menindas orang lain
  • Mereka ingin merasa diterima
  • Mereka mencari perhatian
  • Mereka tidak mengerti bagaimana perilaku mereka menyakiti korbannya

Ini adalah beberapa alasan mengapa anak Anda menindas orang lain. Sekarang, tugas Anda adalah membuat mereka mengerti bahwa apa yang mereka lakukan dapat menyakiti orang lain dan menjadi orang yang lebih baik.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Betapa sedihnya melihat anak Anda menyakiti temannya. Dan adalah tugas Anda untuk membantu mereka. Melansir Times of India, berikut beberapa tips untuk memastikan bahwa anak Anda memperbaiki perilaku mereka:

Atasi situasinya

Anda harus berbicara dengan mereka segera setelah Anda mengetahui bahwa anak Anda menindas temannya. Katakan padanya bahwa Anda mengetahui apa yang telah mereka lakukan dan beri tahu mereka, Anda tidak setuju dengan perilaku mereka.

Temukan alasan di balik intimidasi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, anak-anak menggertak atau mengintimidasi temannya bukan karena mereka adalah orang jahat. Mereka melakukan hal tersebut karena merasa tidak berdaya. Untuk itu, alih-alih menghukumnya, Anda harus mencari tahu apa yang membuat mereka berperilaku seperti ini dan setelah Anda menemukan akar masalah, akan lebih mudah untuk mengatasinya.

Bantu mereka memahami situasinya

Setelah Anda memahami akar masalahnya, bantu mereka memahami bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain. Tanyakan kepada mereka apakah mereka akan merasa senang jika ada anak lain berperilaku dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan.

Konsekuensi

Kami tahu sulit untuk menghukum anak Anda, tetapi jika Anda ingin mendisiplinkan mereka dan memperbaiki perilaku intimidasi mereka, berikan anak Anda konsekuensi atas tindakan mereka. Jika mereka menindas seseorang dengan sekelompok orang tertentu, maka hukuman logisnya adalah melarang mereka bertemu dengan kelompok itu.

Pantau perilaku mereka

Setelah Anda berbicara dengan anak Anda tentang intimidasi dan mereka berhenti menyakiti teman sebayanya, Anda masih harus tetap memantau perilaku mereka. Ini adalah tindakan preventif, khawatir anak Anda melakukan kesalahan yang sama suatu hari nanti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini