Kim Seon Ho Buka Suara Soal Isu Skandal Aborsi: Saya Ketakutan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor Korea Selatan Kim Seon Ho buka suara atas isu skandal aborsi yang menimpanya baru-baru ini. Ia pun dengan tegas meminta maaf atas kegaduhan yang telah ia buat.

Dilansir Daum, bintang Hometown Cha Cha Cha ini pun meminta maaf pada mantan kekasihnya.

Tak hanya itu, Kim Seon Ho juga mengaku menyesal dan lalai. Ia pun menegaskan ingin bertemu dengan mantan kekasihnya secara langsung untuk menyampaikan maaf.

“Saya ingin bertemu dengannya secara langsung dan meminta maaf terlebih dahulu, tetapi sekarang saya tidak dapat memberikan permintaan maaf yang tepat dan saya menunggu saat itu,” katanya.

Lebih lanjut, Kim Seon Ho juga meminta maaf kepada publik karena baru muncul saat ini. Ia mengakui dirinya masih merasa ketakutan dengan berita tersebut.

“Saya dengan tulus minta maaf karena terlambat. Belum lama ini, ketika sebuah artikel di mana nama saya disebutkan, muncul, dan saya baru sekarang menulis karena ketakutan yang saya alami untuk masa depan. (Ini) Pertama kali,” tulis Kim Seon-ho.

Sebelumnya, nama Kim Seon Ho bikin geger penggemar karena isunya yang meminta mantan kekasih berinisial A untuk melakukan aborsi. Sejak isu menyebar, pihak agensi menyatakan Seon Ho masih sulit untuk dihubungi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini