Jungkook BTS Dihujat, Disebut Datangi Kelab Malam Klaster Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini mantan member KARA, Park Gyuri mengakui datang ke kelab malam di Itaewon di mana ada seorang pria yang dinyatakan positif COVID-19. Ia mengakui perbuatannya dan telah memeriksakan diri dan dinyatakan negatif COVID-19.

Menurut laporan, kala itu seseorang berusia 29 tahun dari Yongin yang dinyatakan positif mengunjungi lima kelab malam di Itaewon. Akibatnya, sebanyak 79 orang saat ini dinyatakan positif COVID-19 kemudian ditetapkan sebagai klaster penyebaran.

Tak hanya Gyuri, rupanya ada dua idol lain yang disebut sebagai A dan B dilaporkan mengunjungi bar di kawasan tersebut. Idol A kabarnya melakukan pertunjukan dadakan di sekitar bar Itaewon malam itu, sambil mengenakan masker.

BACA JUGA: Ngena Banget! Keinginan Member BTS di Album Baru

Ketika berusaha dikonfirmasi media Korea dengan menghubungi agensi member grup idol A mengenai masalah ini, seorang perwakilan dikatakan telah menjawab, “Kami tidak dapat mengkonfirmasi apa pun karena ini adalah masalah privasi artis.”

Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa idol A yang dimaksud kabarnya adalah Jungkook BTS. Menanggapi artikel yang dipublikasikan media lokal Joy News 24, netizen pun berang melihat cara Big Hit Entertainment selaku agensi BTS dalam memberikan tanggapan.

“A adalah Jungkook BTS.”

“Pada titik ini, rumor tersebut mungkin benar mengingat bahwa yang diperlukan hanyalah panggilan telepon satu sama lain untuk memeriksa kebenarannya.”

“Kalau rumor itu tidak benar, mereka akan mengeluarkan laporan berita yang mengatakan bahwa itu adalah rumor yang tidak berdasar… Mari kita ungkapkan namanya pada saat ini. Aku yakin para jurnalis sudah memiliki semua bukti.”

“Kenapa selalu satu member yang sama yang selalu menyebabkan masalah?”

“Jadi Park Gyuri dan Song Min Ho ‘dilemparkan ke anjing’ tapi orang ini dilindungi kehidupan pribadinya karena dia adalah idol nomor satu?”

“Big Hit perlu mulai mengatur Jungkook.”

BACA JUGA: Suran Dituding Kasih ‘Kode’ Pacaran dengan Suga BTS

“Kalau dia tidak pergi (ke bar), agensinya akan mengatakan begitu. Fakta bahwa mereka tidak mengeluarkan pernyataan sama sekali berarti mereka mengkonfirmasi rumor. Mereka tahu bahwa setelah datanya dirilis, imejnya akan rusak. Sepertinya member ini benar-benar mendapat banyak masalah.”

“Dia adalah member dari grup idol berpengaruh! Agensinya seharusnya tidak mengatakan ‘kami tidak bisa memeriksa’, mereka harus memberikan respon yang tepat! Mereka memiliki tanggung jawab kepada masyarakat untuk melakukan hal yang benar…”

“Big Hit pasti sudah mengatakan sesuatu jika bukan Jungkook jadi kenapa mereka masih diam?”

“Ungkapkan namanya ke media! Lalu aku bertaruh Big Hit akan keluar dan mengatakan sesuatu. Kenapa begitu takut untuk merilis namanya? Berhenti memakai A dan B. Gunakan nama aslinya!”

“Ada begitu banyak orang yang melihatnya di sana… Dan itu bukan bar gay, itu bar koktail. Tidak yakin kenapa Big Hit sangat ragu mengkonfirmasi hal ini.”

1 KOMENTAR

  1. Halo MINEWS rumor ini tidak benar. Hater yang spread rumor ini telah mengaku kalau dia berbohong dan memakai picture orang lain di edit dan di cover. Pelaku sudah membuat pernyataan maaf dan sudah di publish di NAVER news kemaren. I hope please you know this truth dan doing research. Semoga bisa jadi referenai untuk news yang lebih baik kedepannya. Terima kasih ??

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini