Inilah Rekomendasi Acara Seru di Akhir Tahun Bersama Keluarga

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menyambut libur panjang enaknya kumpul bersama keluarga, apalagi sambil menyaksikan acara puncak tahun baru 2020.

Masih bingung memilih acara yang tepat untuk menyaksikan pergantian tahun? Berikut rekomendasi acara yang cocok buat kalian kunjungi bersama keluarga.

1. Video Mapping di Monas

Malam tahun baru menjadi momen yang paling ditunggu oleh semua masyarakat di seluruh dunia. Mereka rela menunggu sampai jam 00.00 merayakan sekaligus menyambut tahun yang baru.

Salah satu tempat favorit untuk merayakan malam tahun baru, yaitu di Monumen Nasional (Monas). Akhir Desember ini di Tugu Monas akan menampilkan video mapping mulai tanggal 22, 24 – 30 Desember 2019.

Penampilan pertama pukul 19.00 WIB. Setelah penampilan pertama, jangan beranjak dulu dari tempat duduk kalian karena akan ada penampilan kedua pukul 20.00 WIB.

Bagi yang mau menghabiskan waktu pergantian tahun di Monas, penampilan video mapping akan diperpanjang durasinya dari jam 19.00 – 23.30 WIB.

2. Big Bang Jakarta

Yang doyan belanja dan suka berburu makanan, yuk dateng ke “Big Bang Jakarta” ada banyak diskon gila-gilaan. Sambil menunggu pergantian tahun, pameran cuci gudang terbesar ini cocok jadi rekomendasi tempat hangout bersama keluarga dan kerabat dekat.

Acara ini berlangsung dari tanggal 21 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020.

Selain pameran, ada juga Festival Kuliner yang menarik, seperti Festival Durian, Festival Wedang Ronde, Festival Mie, Festival Sate, Festival Soto, Festival Mangga, Festival Liwetan, dan Festival Gelato & Ice Cream.

Untuk harga tiket masuknya hanya Rp30.000 per hari, khusus malam tahun baru dikenakan biaya Rp50.000 per tiketnya.

3. Pergelaran Musik di Jakarta 

Udah ngga asing lagi deh, Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI) menjadi tempat favorit merayakan pergantian tahun.

Pemerintah DKI Jakarta akan menggelar sejumlah acara di area Bundaran HI dan beberapa titik di Ibu Kota, yaitu Pintu Barat Daya Monas, Jalan Wahid Hasyim, dan Spot Budaya Dukuh Atas.

Tidak heran jika pemerintah akan menggelar acara malam tahun dengan begitu meriahnya, tentu hal ini didasari dari Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 122 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Rangkaian Kegiatan Acara Malam Tahun Baru 2020.

4. Patung Kasuari Gelambir Tunggal

Memang tidak sama dengan acara-acara di atas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ingin memberikan nuansa berbeda menjelang tahun baru ini, yaitu mengampanyekan peduli lingkungan.

Baru-baru ini menjelang tahun baru 2020, TMII mengampanyekan peduli lingkungan dengan membuat Patung Kasuari Gelambir Tunggal yang terbuat dari 2020 buah botol plastik bekas, 1987 tutup botol bekas dan 40 ban bekas. Pembuatan patung ini membutuhkan waktu 45 hari dengan bobot 202 kg.

Kampanye lingkungan ini bukanlah tanpa sebab, mengingat populasi sampah plastik di Indonesia semakin banyak seiring bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia.

Bagi pecinta lingkungan, pas banget nih dateng ke TMII bersama dengan keluarga sambil menyaksikan malam tahun baru. Selain itu, juga bisa mengajak mereka juga ikut peduli terhadap lingkungan.

Sekarang udah tau kan harus ke mana liburan akhir tahun kali ini. Yuk jangan katinggalan keseruannya sekaligus menciptakan momen tak terlupakan bersama keluarga dan kerabat dekat menjelang tahun baru 2020. (Anita Rahim)

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini