Indonesia Jangan Sampai Jadi Negara dengan Penduduk Penyakitan

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pasca pandemic covid 19 kemarin, kita tambah sadar akan pentingnya arti kesehatan masyarakat. Karena faktanya, negara dengan penduduk yang berpenyakitan, akan menjadi negara yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Sebaliknya, hanya negara dengan penduduk sehatlah yang punya peluang untuk produktif dan kreatif.

Maka menarik ketika Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Arah pembangunan kesehatan saat ini fokus pada pencegahan jangan sampai orang jatuh sakit. Hal ini diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan di Puskesmas dan Posyandu, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Pencegahan dilakukan melalui upaya promotif preventif dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Sehingga dapat mewujudkan penduduk negara dengan kualitas kesehatan yang baik.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana disiarkan rilis Kementerian kesehatan Indonesia. mengatakan untuk kesehatan pemerintah Indonesia melakukan serangkaian transformasi. Salah satu yang paling penting adalah transformasi layanan primer.

”Itu yang sifatnya pencegahan atau namanya promotif preventif bukan layanan sekunder atau rujukan. Jadi kita, termasuk pemerintah daerah harus menjaga orang tetap sehat. Itu tugas utamanya sektor kesehatan bukan menyembuhkan orang sakit,” ujar Menkes Budi usai meninjau fasilitas kesehatan di Kabupaten Nias Utara, Jumat (17/2.

Pencegahan dapat mengurangi beban ekonomi ketimbang pengobatan. Bahkan dari sisi kualitas hidup, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.

Dampaknya akan banyak orang sehat dengan kualitas yang baik di Indonesia. Dikatakan Menkes Budi, strateginya akan memperbagus dan melengkapi fasilitas di Puskesmas, serta merevitalisasi konsep pelayanan primer.

Berbicara mengenai pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit, Menteri menjelaskan bahwa saat ini ada 10 ribu Puskesmas di seluruh Indonesia.  Tapi menurut menteri jumlah itu tidak mencukupi. Untuk membangun masyarakat sehat, dibutuhkan daya jangkau yang lebih jauh lagi.

“Kita harus turun sampai Poskesdes. Saya akan revitalisasi konsep pelayanan primer mulai dari pelayanan Puskesmas, turun ke Poskesdes dan Polindes yang akan jadi satu disebut dengan Posyandu prima,” ucap Menkes Budi.

Nantinya pelayanan kesehatan primer akan melayani semua usia mulai dari bayi hingga Lansia. Dengan demikian upaya pencegahan dilakukan terhadap semua usia penduduk Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hasil Sidang Sengketa Pilpres Ditolak MK, Bukti jadi Alasannya tapi Hakim Tak Terapkan Etika Hukum

Mata Indonesia, Yogyakarta - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang putusan sengketa hasil Pemilihan Umum (PHPU) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024, Senin (22/4/2024), menolak permohonan dari paslon nomor urut 01 dan 03. MK menyatakan bahwa permohonan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud MD tak memiliki dasar hukum yang cukup.
- Advertisement -

Baca berita yang ini