Heboh! Tulisan ‘Hollywood’ Diubah Jadi ‘Hollyboob’, Selebgram Ini Diamankan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya sempat dihebohkan oleh berubahnya tanda Hollywood menjadi ‘Hollyboob’ di Los Angeles, Amerika Serikat. Tulisan ikonik itu diubah oleh selebgram bernama Julia Rose.

Lewat akun Twitternya, Rose mengunggah foto dirinya dengan pemandangan tulisan Hollywood yang sudah berubah menjadi Hollyboob. Rose pun nampak bahagia dengan hasil kerjanya itu.

“Teman-teman, aku akhirnya berhasil memperbaiki tanda Hollywood, #hollyboob,” tulis Rose di Twitter pada Selasa 2 Februari 2021.

Dalam aksinya, Rose dan rekan-rekannya menempelkan terpal bertuliskan huruf B raksasa di atas W dan menambahkan tanda hubung ke huruf D terakhir agar terlihat seperti huruf B.

Sontak, kejadian itu membuat masyarakat terkejut. Dikutip dari Insider, kepolisian Los Angeles telah menangkap enam orang termasuk Rose atas kejadian itu.

Usut punya usut, Rose dan teman-temannya bermaksud ingin meningkatkan kesadaran terhadap kanker payudara. Perubahan tersebut pun tak bertahan lama seiring dengan ditangkapnya Rose dan kawan-kawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini