Hati-Hati, Gelisah Bisa Jadi Tanda Languishing, Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika kamu pernah merasakan emosi namun sulit untuk dideskripsikan, hati-hati. Ini menjadi pertanda bahwa kamu terkena languishing.

Languishing adalah emosi yang dirasakan seseorang, yang berkaitan dengan perasaan hampa, jenuh, dan tidak tertarik dengan kehidupan. Orang yang mengalami langushing akan secara tiba-tiba tidak menyukai hal yang sebelumnya tidak ia sukai. Orang yang mengalami langushing juga merasa bahwa kehidupannya tidak ada perubahan yang berarti, atau “gini-gini saja”.

Yang membuat languishing sulit penjelasannya karena ia bukanlah sejenis depresi. Memang, para pengidapnya tidak dalam kondisi baik-baik saja, namun juga tidak mengalami gejala depresi berat. Para ahli menyebut languishing sebagai titik tengah antara keadaan mental yang baik dan masalah kesehatan mental.

Gejala yang terasa oleh orang yang mengalami languishing tentu berbeda-beda. Ada yang merasakan sebagian gejala, namun ada juga yang tidak. Meskipun bukan tergolong gejala depresi berat, namun languishing kerap kali memberikan dampak yang kurang baik karena dapat berdampak pada perilaku, cara pengambilan keputusan, serta emosi, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Mudah saja jika ingin mendeteksi gejala languishing. Biasanya orang yang terkena languishing dapat dideteksi dengan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Gelisah, namun tidak sampai merasa cemas dan gugup
  • Tidak mood dan tidak bersemangat melakukan berbagai hal
  • Tidak merasa sedih, namun juga tidak merasa bahagia
  • Merasa kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan, dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk itu
  • Asing dengan kehidupannya, kegiatan dan lingkungan sekitarnya
  • Kehilangan minat pada hobi dan passion
  • Hidup membosankan dan tak jarang merasa kehilangan tujuan hidup
  • Merasa teramat lelah dan tidak tertarik dengan hal apapun

Jika sudah begini, kamu perlu mengatasinya karena languishing dapat mengganggu produktivitas kerja dan lebih parahnya lagi dapat mempengaruhi kesehatan mental jika tidak segera diatasi.

Cara mengatasi languishing

Atasi Langushing dengan cara me time. Meluangkan waktu sedikit jika memungkinkan tentu tidak ada salahnya. Berikanlah waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat sejenak dan melakukan berbagai hal yang disukai. Otak manusia bagaikan mesin, jika terus-menerus bekerja, tentu akan panas. Dan untuk mendinginkannya kembali adalah dengan beristirahat.

Mengubah pemandangan atau tata letak benda yang sehari-hari uga dapat mempengaruhi suasana hati, termasuk tata letak ruang kerja. Jika pekerjaan di rumah (WFH), penting sekiranya untuk memisahkan ruang kerja dan ruang untuk beristirahat. Perbedaan suasana ini mampu mengontrol perasaan bosan dan jenuh. Bila memungkinkan, kamu juga bisa mengganti dekorasi dan warna dinding ruang kerja agar suasana hati menjadi lebih baik. Jika suasana hati baik, maka pekerjaan pun akan berjalan dengan lancar dan menciptakan kinerja yang lebih baik.

Usahakan untuk tidak mengasingkan diri dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Mengasingkan diri akan membuat kamu semakin jauh dari mereka. Sebaliknya, kamu harus tetap menjaga hubunganmu dengan keluarga dan teman agar tetap merasa terhubung. Mereka pasti akan memberikan semangat dan dukungan, sehingga akan berdampak baik bagi kesehatan mental.

Apabila alternatif-alternatif di atas dirasa kurang efektif, kamu bisa melakukan konsultasi dengan ahli terapi untuk mengubah pemikiran dan berbagai perasaan negatif serta meminta solusi atas permasalahanmu. Dan jika diperlukan, kamu akan diberi obat.

Reporter: Intan Nadhira Safitri

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini