Gunakan Pakaian Ungu saat Dilantik, Ini Makna Busana Kamala Harris

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat pada Rabu, 20 Januari 2021. Pelantikan tersebut dilakukan di Gedung Capitol, Washington DC.

Momen bersejarah ini tentunya menjadi sorotan dunia. Salah satu yang menjadi pusat perhatian ialah busana yang dikenakan Kamala Harris.

Dalam kesempatan itu, Harris mengenakan mantel berwarna ungu, karya desainer Christopher John Rogers, lengkap dengan masker dan sarung tangan hitam. Warna ungu dalam busana Harris pun terlihat cukup terang dan mencolok.

Tapi, tak hanya sebagai fashion. Warna ungu yang dipilih Harris memiliki makna tersendiri dan berkesinambungan dengan momen bersejarah itu.

Ungu digambarkan sebagai perpaduan dua warna, yakni merah dan biru. Kedua warna tersebut sangat identik dengan Amerika Serikat, sekaligus melambangkan masing-masing partai Demokrat dan Republik.

Bagi Harris, arti dari warna ungu itu sangatlah penting. Sebab, mencerminkan kebersamaan dan persatuan yang diharapkan oleh masyarakat AS.

Bahkan, sosok Christopher John Rogers sebagai desainer busana Harris dari ras kulit hitam, sengaja dipilih sebagai bentuk dukungan kepada industri fashion Amerika. Hal tersebut jarang dilakukan oleh ibu negara, setelah Michelle Obama.

Sementara itu, Harris juga menyempurnakan penampilannya dengan aksesori kalung mutiara. Kalung tersebut merupakan karya Wilfredo Rosado, desainer aksesori asal Puerto Rico. Kalung tersebur terlihat rapi dan menghiasi kerah mantel ungu yang dikenakan Harris.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini