Dengar Honor Suzy, Nagita Slavina Ingin Jadi Figuran di Drama Korea

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Artis Nagita Slavina berminat menjadi ekstras atau pemeran figuran di drama Korea. Keinginan ini ia ungkapkan setelah mendengar honor yang diterima artis termahal di Korea Selatan.

Menurut Jayden yang orang asli Korea, setelah menerjemahkan berita berbahasa Korea, ia menyebut Suzy saat ini menjadi aktris nomor 1 dan termahal di Korea Selatan. Honornya lebih dari Rp 1 miliar untuk satu episode.

Dalam vlog Rans Entertainment, istri Raffi Ahmad ini dibuat terkejut mendengarnya. Ia lantas penasaran dengan besarnya honor ekstras drama Korea.

“Jadi emak-emaknya, kan, lumayan. Kalau ekstras berapa?” tanya Nagita pada Jayden, dikutip Kamis 30 April 2020.

BACA JUGA: Raffi Ahmad Minta Maaf ke Nagita Slavina usai Diingatkan Ayahnya Lewat Mimpi

Nagita lantas memberikan contoh honor ekstras di Indonesia umumnya tergantung penampilan, mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 300.000. Jayden kemudian menjelaskan bahwa honor di Korea bisa lebih dari itu.

Untuk mereka yang hanya berperan lewat saja bisa dibayar hingga Rp 1-2 dan dibayar harian. Apalagi, menurut Jayden orang asing mendapat bayaran lebih mahal daripada orang Korea.

“Eh Jayden, gue mau dong jadi ekstras di sana. Gue pengin lewat saja di drama Korea gitu,” ucap Nagita.

Jayden mengatakan, dia akan mengajari Nagita bahasa Korea. Namun, Nagita tetap bersikukuh hanya ingin numpang lewat saja di drama Korea.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini