Cegah Bau Mulut dengan Membersihkan Lidah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mencegah bau mulut bukan hanya dengan sikat gigi. Membersihkan lidah juga bisa mencegah bau tak sedap.

Lidah merupakan organ yang memiliki banyak saraf pengecap berfungsi membantu dalam mengunyah, menelan, dan berbicara.

Perlu kamu ketahui membersihkan lidah secara teratur dapat mengurangi bakteri mulut yang tidak diinginkan. Bakteri juga dapat menyebabkan bau mulut, lidah terlapisi, penumpukan plak, dan kondisi kesehatan mulut lainnya.

Setelah selesai sikat gigi, kamu dapat membersihkan lidah yang paling sederhana, yaitu dengan menggunakan bulu sikat gigi Anda. Kamu juga dapat mencoba sikat gigi khusus yang dilengkapi dengan pembersih lidah di baliknya.

Namun, bagaimana cara membersihkan lidah dengan benar? Apa saja sih manfaatnya? Yuk kita bahas.

1. Menghilangkan bau mulut yang disebabkan senyawa sulfur

Salah satu manfaat membersihkan lidah adalah menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh senyawa sulfur penyebab bau mulut.

Senyawa sulfur dihasilkan oleh bakteri ketika memecah makanan dan baunya seperti telur busuk. Jadi lakukan secara rutin ya supaya lidah tetap sehat.

2. Mengurangi penumpukan bakteri di lidah

Manfaat membersihkan lidah lainnya adalah mengurangi penumpukan bakteri di permukaan lidah. Membersihkan lidah secara rutin dapat mengurangi penumpukan bakteri.

3. Memberikan napas yang segar

Manfaat membersihkan lidah tidak hanya menghilangkan bau mulut. Namun, juga dapat memberikan napas yang segar sepanjang hari.

Berikut cara membersihkan lidah yang baik dan benar:

1. Menggunakan alat pembersih lidah

Salah satu cara membersihkan lidah yang direkomendasikan adalah menggunakan alat pembersih lidah atau tongue cleaner. Cara membersihkan lidah yang tepat menggunakan alat pembersih lidah, yaitu menggunakan  tongue cleaner yang terbuat dari plastik ataupun logam. Kamu dapat membelinya dengan mudah di sejumlah toko yang menjual alat-alat kesehatan.

Sambil berkaca menghadap cermin, julurkan keluar. Kemudian, tempelkan tongue cleaner di area lidah bagian dalam. Selanjutnya, tekan alat dan gerakkan ke arah depan. Celupkan alat pembersih ke dalam air hangat untuk membuang kotoran dan bakteri dari lidah yang menempel.

Jika sudah, cuci alat pembersih lidah menggunakan air mengalir agar tetap bersih. Kemudian, simpan di tempat yang kering.

2. Menggunakan sikat gigi

Pilih sikat gigi yang berbulu halus dan lembut.
Sambil berkaca menghadap cermin, julurkan lidah keluar. Posisikan sikat gigi di area lidah bagian dalam. Selanjutnya, sikat lidah secara perlahan dari arah belakang ke dpan. Keluarkan air liur yang muncul saat membersihkan lidah. Lalu, berkumur beberapa kali dengan air hangat.

3. Berkumur air garam

Caranya kamu cukup mencampurkan segelas air hangat dengan satu sendok garam dapur. Lalu, gunakan larutan air garam untuk berkumur. Buang air sisa kumur. Bilas area mulut pakai larutan air garam sekaligus menggosok permukaan lidah dengan lembut.

Reporter: Purwati Soleha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini