Biar Gak Basah! Begini Tips Liburan saat Musim Hujan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Minggu ini tampaknya menjadi waktu santai bagi banyak masyarakat. Pasalnya, ada libur panjang yang dimulai dari Rabu 28 Oktober hingga Minggu 1 November 2020. Tentu banyak orang yang mulai mempersiapkan liburan mereka.

Meski sedang libur panjang, akhir bulan Oktober ini sejumlah daerah di Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Instesitas hujan pun cukup lebat disertai dengan petir dan angin kencang.

Jadi, gimana dong yang sudah gak sabar mau liburan?

Tenang gaes! Kamu tetap bisa liburan dengan aman dan nyaman kok meski di musim hujan seperti ini.

Nih, biar kamu gak kebahasan saat lagi liburan dan travelling, yuk simak beberapa tips untuk kamu yang hendak menikmati long weekend meski diguyur hujan.

1. Bawa Payung dan Jas Hujan

Tips traveling saat musim hujan yang pertama pastinya adalah menyiapkan payung dan jas hujan. Dua benda pelindung tubuh dari hujan ini harus banget masuk ke dalam daftar barang yang harus kamu masukkan ke dalam koper kamu saat packing.

Payung dan jas hujan yang kamu bawa berguna untuk mengantisipasi datangnya hujan saat kamu sedang jalan-jalan. Pasti bakal  bete banget kalau lagi travelling, kamu malah basah kuyup.

2. Siapkan Baju Hangat

Benda selanjutnya yang perlu kamu bawa ialah baju hangat. Selain menghindari basah, tentu kamu gak mau kan sampai kedinginan dan masuk angin pas lagi jalan-jalan? Nah, memakai baju hangat berbahan tebal bisa menjaga kulitmu dari hawa dingin yang menusuk saat hujan.

Maka, siapkan sweater, hoodie dan jaketmu ketika hendak pergi berlibur ya! Apalagi, destinasi yang kamu tuju juga memiliki udara dingin.

3. Pakai Tas yang Tahan Air

Salah satu cara untuk mencegah barang-barang kamu basah saat travelling di musim hujan ialah menggunakan tas yang tahan air. Tas yang tahan air akan melindungi kamu dari kemungkinan barang bawaanmu basah karena hujan.

Tentunya, hal ini penting banget karena pastinya kamu punya gadget atau barang lainnya yang bisa hang bahkan rusak kalau terkena air.

4. Bawa Obat-obatan

Cuaca yang dingin saat liburan di musim hujan, gak menutup kemungkinan membuatmu jatuh sakit. Mulai dari pusing, masuk angin, hingga demam.

Biar acaramu gak terganggu dengan kondisi tubuh yang gak fit, jangan lupa untuk selalu bawa obat-obatan pribadi ya. Sarapan terlebih dahulu sebelum berpergian, biar energimu tetap terjaga.

5. Mencari Alternatif Destinasi Wisata Indoor

Berkunjung ke destinasi wisata di luar ruangan memang menyenangkan. Selain bisa menikmati pemandangan alam, wisata outdoor juga memberikan udara segar yang mungkin jarang kita hirup di perkotaan.

Namun, saat musim hujan seperti ini, ada baiknya kamu mencari alternatif destinasi wisata indoor ya! Sebab, liburan di tempat yang tertutup tentu bisa melindungi dari terkena hujan lebat yang bikin sakit.

Coba untuk mulai research wisata indoor apa yang seru untuk kamu kunjungi dengan keluargamu. Pastikan harganya juga terjangkau ya!

6. Cek Ramalan Cuaca

Gak ada salahnya kok sebelum berangkat berlibur kamu memeriksa bagaimana ramalan cuaca hari ini. Kamu bisa dapat gambaran apakah nanti akan hujan atau tidak.

Meski gak 100 persen akurat, ramalan cuaca bisa jadi panduanmu, apalagi saat liburan di tengah cuaca yang tak menentu. Kadang hujan, kadang juga panas.

7. Pilih Kuliner Hangat

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan saat liburan di musim hujan ialah mencari kuliner yang hangat. Selain nikmat, kuliner hangat juga bisa menjaga tubuhmu dari dinginnya udara.

Jadi, hindarilah kedai dan jajanan cemilan dingin seperti es krim dan minuman boba ya. Kamu bisa ganti dengan makanan yang berkuah atau minuman hangat lainnya seperti susu jahe, teh hangat dan sebagainya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini