6 Musisi yang Launching Album di Musim Wabah Corona, Ada Betrand Peto dan The Weeknd

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyebaran virus corona atau COVID-19 yang mewabah di Indonesia tak menghentikan sejumlah musisi merilis albumnya sesuai dengan rencana. Bahkan ada musisi yang tetap merilis album, rata-rata memilih cara live streaming agar tetap bisa disaksikan oleh para penggemarnya di rumah.

Ada juga yang meluncurkannya secara langsung dan mengundang banyak tamu. Siapa saja musisi yang merilis album di musim pandemik corona?

1. Fariz RM

Fariz merilis album klasik dari band Transs yang dibentuknya pada tahun 1980 hingga 1981. Di album ini, Fariz menggandeng Erwin Gutawa, Uce Hudioro, Djundi Karjadi, Eddy Harris, Hafil Perdanakusumah, Wibi AK, Dhandung SSS dan Wiwik Lismasi di band tersebut.

“Saya harap album klasik (“Hotel San Vicente”) tercinta dari TRANSS 1981 bisa menghibur dan menjadi teman bagi kalian semua,” kata Fariz melalui akun Twitter.

Tak hanya “Hotel San Vicente”, Fariz juga punya album lain yakni “Trapesium” yang bakal dirilis namun masih menunggu wabah reda.

2. Betrand Peto

Penyanyi remaja Betrand Peto Putra Onsu merilis album berjudul “Malaikat Penjagaku” pada Minggu 15 Maret lalu. Peluncuran album perdananya ini berbarengan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-15 dan diselenggarakan di Hotel Sheraton, Gandaria City, Jakarta.

3. Endank Soekamti

Bank aliran punk rock ini berencana merilis album “Air” hari ini pada pukul 19.00 WIB melalui siaran langsung di YouTube Endank Soekamti. Awalnya Endank Soekamti berencana menggelar acara perilisan di suatu tempat, bahkan undangan sudah disebar ke beberapa relasinya.

Namun karena pandemik virus corona, akhirnya acara tersebut dibatalkan dan sebagai gantinya dibuat dalam format virtual.

4. Bonita

Penyanyi Bonita merilis album “Tala” pada Kamis 19 Maret lalu melalui layanan musik digital. Di album ini, Bonita berkolaborasi dengan sang anak Pram dan suami, Adoy.

Menurut Bonita, alasannya memilih nama “Tala” sebagai judul album agar bisa dimaknai sebagai suatu hal yang penting, sederhana, jelas dan lestari.

5. Donald Glover

Tak hanya di Indonesia, musisi asal Amerika Donald Glover atau Childish Gambino merilis album “Donald Glover Presents”. Glover​​​​​​​ mengaku sengaja merilis album ini untuk menemani dan menghilangkan kebosanan para penggemarnya di masa karantina.

Sayangnya, album ini belum bisa dinikmati melalui layanan musik digital. Jika ingin mendengarkannya, Anda bisa mengunjungi situs donaldgloverpresents.com.

6. The Weeknd

Penyanyi asal Kanada ini baru saja merilis album “After Hours” pada Jumat 20 Maret kemarin. Album ini mendapat banyak pujian karena sangat menghibur orang-orang yang sedang menjalani karantina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini