Overeating Ketika Berbuka Puasa Punya Efek Negatif, Ini Cara Antisipasinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Overeating atau makan banyak saat berpuasa khususnya ketika waktu berbuka atau sahur punya efek negatif pada tubuh. Menurut Healthline, makan yang berlebihan dalam satu waktu bisa mengakibatkan perut kembung, membebani sistem pencernaan dan meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Terlebih beberapa orang mungkin akan makan banyak sekaligus saat sahur supaya memiliki bekal energi seharian. Mengingat durasi puasa yang cukup panjang yaitu 12 jam. Manager of Nutrifood Research Center Felicia Kartawidjaja mengemukakan bahwa makan terlalu banyak ketika berpuasa justru bisa membuat lapar lebih cepat.

Maka, untuk menghindari overeating sebaiknya mengikuti beberapa cara untuk mengontrol nafsu makan saat menjalankan puasa. Pertama, bisa dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti yang terdapat di nasi merah, roti gandum atau oatmeal.

Makanan ini mencegah supaya tidak makan dengan porsi berlebih. Selain itu, mengonsumsi buah buahan juga bisa menjadi salah satu solusi.

Kedua, bisa dengan mengonsumsi makanan manis ketika berbuka puasa sehingga perut bisa terasa kenyang. Namun, dalam hal ini makanan manis yang disarankan bukan yang mengandung pemanis buatan melainkan buah-buahan seperti kurma, yang memiliki karbohidrat yang tinggi.

Mengonsumsi 2-3 butir kurma saat berbuka sangat disarankan untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan dengan cepat.

Ketiga, yaitu dengan mengunyah makanan dengan perlahan. Menurut WebMD, mengunyah makanan dengan perlahan akan membuat tubuh sadar bahwa telah mengonsumsi cukup makan. Makan yang terlalu cepat membuat tubuh tidak sadar makanan yang masuk ke perut.

Terakhir, saat berbuka puasa atau sahur sebaiknya menghindari makanan yang terlalu asin atau pedas. Hal ini justru memicu untuk mengonsumi air terlalu banyak. Efeknya, bisa membuat perut kembung dan terasa tidak nyaman.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini