Waduh! 15 Kotak Suara DPRD Jambi Dibakar OTK

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Kamis 18 April 2019, dini hari tadi, 15 kotak suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Polisi saat ini masih melakuka penyelidikan terkait kasus ini.

Kapolda Jambi, Irjen Muchlis AS, mengatakan sudah memerintahkan Dirreskrimum AKBP Edi Faryadi untuk melakukan penyelidikan. “Saat ini pelakunya dan beberapa pelaku telah teridentifikasi. KPU, Bawaslu dan Dirreskrimum beserta tim telah berada di sana,” kata Muchlis, yang dilansir Antara, Jumat 19 April 2019.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan apakah ada keterlibatan dengan panitia atau tidak. Kapolda juga mengimbau agar warga di Jambi tak termakan isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari pada pukul 04.00 WIB. Tiba-tiba listrik di TPS 1, 2 dan 3, di SDN 063/X1 Koto Padang, Sungai Penuh padam. Tiba-tiba terjadi lemparan batu ke atap TPS yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal yang diduga tim sukses salah satu caleg.

Pada pukul 04.15 WIB tiba-tiba sekelompok massa langsung mendatangi TPS 1, 2, dan 3 dan langsung membakar 15 kotak suara yang berisi kertas suara di TPS tersebut.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini