Tokoh Muhammadiyah Jadi Ilmuwan Berpengaruh Versi Stanford University

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejumlah orang di Indonesia saat ini masuk dalam jajaran ilmuwan berpengaruh di Dunia. Stanford University yang merilis salah satu daftar tersebut menyebut  nama Profesor Muhammad Nurdin.

Saat ini ia adalah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara. Nurdin juga anggota Badan Pelaksana Harian Universitas Muhammadiyah Kendari. Ia juga aktif mengajar sebagai dosen jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Halu Oleo Kendari (UHO).

Daftar nama ilmuwan ini disusun oleh tiga orang peneliti dari Stanford University dan Elsevier BV, yakni Prof John Ionnidis, Jeroen Baas, dan Kevin Boyack dalam publikasi ilmiah yang berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.

Dari 159.648 ilmuwan yang diteliti, terdapat 58 orang ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Pemeringkatan menunjukkan bahwa ilmuwan yang masuk dalam daftar itu merupakan nama-nama yang paling banyak dalam jurnal-jurnal ilmiah di dunia.

Pada 2020, ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang termasuk dalam Top 2 % World Ranking Scientist sebanyak 40 orang. Pada tahun ini bertambah menjadi 58 orang. Hal ini masih jauh jika perbandingannya dengan Malaysia. Negara jiran ini  memasukkan lebih dari 388 ilmuwan pada tahun lalu.

Prof Nurdin lahir di Makassar 6 Juni 1966. Ia menantu mantan ketua Muhammadiyah Kabupaten Maros, almarhum Djamalik Yusuf. Pendidikannya berawal di Madrasah Ibtidaiyah Kutulu Limbung. Kemudian masuk ke SD Negeri Center Kutulu Limbung. Setelah itu SMP Negeri Limbung lulus tahun 1982. Selanjutnya, masuk ke Sekolah Menengah Analis Kimia Makassar hingga 1986.

Nurdin kemudian mengambil jurusan kimia pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin. Ia lulus tahun 1992. Pada 1998 menyelesaikan studi dalam bidang kimia pada University of Tasmania Australia. Dan pada 2008 menyelesaikan program doktoral juga dalam bidang kimia pada Universitas Indonesia yang bekerja sama dengan Tokyo Institute of Technology Sandwich Program, Jepang.

Mantan ketua pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas MIPA Unhas ini beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah dan berbagai asosiasi lainnya. Di antaranya adalah 500 Peneliti Terbaik Indonesia Award 2020 dari Kemenristek/BRIN, Penyaji Terbaik pada Seminar Program Riset Dasar dari DRPMM Kemeristekdikti tahun 2017.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini