Soal Tenaga Kerja Asing, Ma’ruf Amin ‘Sikat’ Sandiaga

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Kritik Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengenai masalah tenaga kerja asing, langsung ditanggapi serius oleh Cawapres Ma’ruf Amin.

Mantan Ketua MUI ini mengatakan saat ini, tenaga kerja asing tidak bisa dengan mudah bekerja di Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan jumlah tenaga kerja asing di Indonesia pada 2018 sebanyak 95.335 pekerja.

Tenaga kerja asing tersebut, bekerja di bidang profesional sebanyak 30.626 pekerja, manajer sebanyak 21.237 pekerja, konsultan/direksi/adviser sebanyak 30.708 pekerja, dan lain-lain sebanyak 43.390 pekerja. “Jumlahnya terkendali, hanya 0,01 persen saja,” katanya.

Selain sedikit, Ma’ruf mengatakan tenaga kerja asing tersebut juga tidak bebas bekerja di semua bidang pekerjaan. Tenaga kerja asing hanya diperbolehkan bekerja di bidang-bidang tertentu. 

Ma’ruf juga mengatakan pemerintah sekarang justru berpihak kepada warga Indonesia. Pemerintah saat ini telah bekerja keras dalam menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia.

Langkah nyata yang sudah dilakukan pemerintah saat ini adalah memperbaiki iklim kerja dan investasi supaya kondusif. Selain upaya tersebut, pemerintah saat ini juga berupaya meningkatkan akses permodalan bagi masyarakat untuk membuka usaha.

Selain akses keuangan, pemerintah juga sudah berupaya membangun dan memperbaiki infrastruktur.  “Lalu juga dengan ada infrastruktur langit, usaha-usaha start up tumbuh. Bisa buka lapangan pekerjaan. Walaupun angka pengangguran sudah turun tapi nanti akan turun lagi,” katanya.

Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurun walaupun tidak signifikan. Rinciannya, pada 2014 jumlahnya 7,24 juta, kemudian Agustus 2015 sempat naik menjadi 7,56 juta, lalu turun pada Agustus 2016 menjadi 7,03 juta, Agustus 2014 sebanyak 7,04 juta, dan Agustus 2018 sebanyak 7 juta.

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini