Selain CIA, 5 Badan Intelijen Ini Juga Tak Kalah Hebat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Apa jadinya jika negara tidak memiliki badan intelijen? Dapat dibayangkan, betapa berisikonya kondisi ini. Mereka tidak memiliki peringatan dini terhadap ancaman. sehingga tidak dapat melakukan pengamanan yang maksimal terhadap negara dan rakyatnya.

Mengingat begitu pentingnya badan intelijen, untuk itulah setiap negara membentuk badan intelijen. CIA dan FBI menjadi badan intelijen Amerika Serikat yang paling santer terdengar.

Namun selain itu, masih ada badan intelijen lain yang tak kalah hebat. Adapun rinciannya akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. MI-6 – Inggris

Berdiri sejak tahun 1909, MI-6 atau Secret Intelligence Service (SIS), menjadi badan intelijen tertua di dunia. Berkantor di Vauxhall Cross, London. MI-6 bekerja di bawah arahan Joint Intelligence Committee (JIC), dan bekerja sama dengan Defence Intelligence Staff (DIS), Government Communications Headquarters (GCHQ), dan Security Service (MI5).

Adapun para agennya, bertugas untuk mengumpulkan informasi dari intelijen asing di seluruh dunia yang dapat membantu kepentingan politik dan perekonomian Inggris. MI-6 juga seringkali merekrut agen baru di lapangan mampu memanipulasi lawannya.

Prestasi MI-6 juga terbilang cemerlang, karena pada Perang Dunia I, MI-6 yang kala itu dipimpin oleh spymaster Mansfield Smith Cumming, berhasil berulang kali mengalahkan Jerman.

  1. Mossad – Israel

Sebagai salah satu entitas utama dalam Komunitas Intelijen Israel bersama-sama dengan Aman dan Shin, Mossad terbentuk pada 1949 dan bertanggung jawab melapor pada Perdana Menteri Israel.

Sama seperti badan intelijen lainnya, Mossad bertugas untuk mengumpulkan informasi dari negara lain termasuk operasi rahasia khusus, misi penyamaran, dan kontra teroris.

Selain itu, para agen Mossad juga bertugas untuk menyelamatkan warga Yahudi yang terancam, dan memberikan keamanan untuk mereka. Pada tahun 1980-an Mossad pernah membantu Amerika Serikat dalam misi solidaritas di Polandia.

Mossas juga menjadi badan intelijen yang bertanggung jawab terhadap pemindahan warga Yahudi keluar dari Iran, Suriah, dan Ethiopia. Ia juga bertanggung jawab atas sejumlah operasi intelijen di dunia, khususnya di Timur Tengah.

  1. BND – Jerman

Bundescnachrichtendienst (BND) merupakan badan intelijen asing pemerintah Jerman, yang berada di bawah kendali Kantor Kanselir. BND bertugas memantau keadaan yang mungkin mengancam Jerman dari luar negeri. Ia juga memiliki tugas utama untuk mengumpulkan informasi.

Beroperasi di lebih dari 100 negara, membuat seluruh urusan di dunia tak luput dari perhatian BND.

BND menyebar agen-agennya di berbagai negara bagian Jerman dan melakukan kegiatan monitoring di pusat Eropa. Tak hanya itu, BND juga memiliki kesepakatan dengan dinas intelijen Rusia mengenai kerja sama memerangi penyelundupan nuklir.

Dalam melaksanakan tugasnya, BND mengandalkan penyadapan dan pengawasan elektronik dari komunikasi internasional. Dan nantinya informasi itu akan masuk data pengolahan untuk kemudian ada analisanya. Biasanya, BND mengetahui kasus terorisme internasional, perdagangan narkoba, hingga transfer teknologi ilegal.

  1. MSS – Cina

Ministry of State Security (MSS) merupakan badan intelijen Cina yang berhubungan dengan urusan intelijen dalam dan luar negeri. MSS memiliki wilayah yurisdiksi di seluruh wilayah Cina.

Agak berbeda dengan badan intelijen umumnya, MSS juga memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan seseorang, layaknya polisi. Ini mengacu pada Dewan Negara Pasal 4 dari UU Acara Pidana.

Tugas utama MSS adalah melacak dan menghilangkan musuh-musuh Partai Komunis Cina. Para agennya bertanggung jawab mengatasi konflik dengan intelijen asing dan menjaga keamanan politik

  1. ISI-Pakistan

Menjadi salah satu dari tiga cabang utama biro intelijen Pakistan, Inter-Services Intelligence adalah badan intelijen terbesar dan terkuat yang terbentuk pada tahun 1948, guna memperkuat kinerja intelijen militer Pakistan.

Kala itu eksistensi ISI mulai melambung karena berhasilannya melawan KGB, intelijen Rusia yang terbaik pada masanya. Adapun markasnya berlokasi di Rawalpindi, namun akhirnya pindah ke Islamabad, ibu kota Pakistan.

Menurut perkiraan, ada sekitar 10.000 agen ISI yang tersebar di berbagai negara. Meski mendapat kucuran dana yang paling sedikit, namun ISI mampu membuktikan kepada dunia bahwa ia adalah badan intelijen dengan kemampuan yang sangat baik.

Reporter: Intan Nadhira Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini